Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gak Nyangka! Muntahan Paus Dihargai Rp21 Miliar, Buat Apa?
    Inspiring You

    Gak Nyangka! Muntahan Paus Dihargai Rp21 Miliar, Buat Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Februari 2023Updated:6 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meski terlihat seperti kotoran, ternyata muntahan ikan paus memiliki nilai yang fantastis. Muntahan yang menyerupai bongkahan batu itu disebut ambergris. Beberapa waktu lalu, seorang nelayan di Thailand tak sengaja menemukan gumpalan muntahan paus yang hampir tembus Rp 21 miliar.

    Apa sih yang membuat ambergris begitu istimewa dan berharga selangit?

    Ambergris juga dijuluki juga sebagai whale poop alias kotoran paus. Meski demikian, ini bisa jadi kotoran paling mahal di dunia sampai-sampai dijuluki floating gold alias emas yang terapung di lautan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Secara harfiah, ambergris adalah gabungan dari dua kata dalam bahasa latin yaitu ambra dan grisea atau batu ambar berwarna abu-abu.

    Jika dilihat dari tampilannya, benda tersebut memang berwarna abu-abu kehitaman. Seiring berjalannya waktu, ambergris yang encer akan mengalami proses kimia setelah terkena air laut yang membuat bentuknya jadi solid seperti batu.

    Ambergris berasal dari jenis paus sperma. Karena kebiasaan makan paus sperma yang rakus, perut mereka penuh dengan komponen yang tidak dapat dicerna dari tubuh mangsanya yang kemudian membentuk struktur padat seperti bola. Sisa makanan yang tak bisa dicerna itu mereka memuntahkannya kembali setiap beberapa minggu. Umumnya, paus sperma mengeluarkannya sebelum pencernaan dimulai. Muntahan inilah yang disebut ambergris. 

    Ambergris sangat langka, karena ditemukan hanya pada 1-5% dari seluruh populasi paus sperma, dan paus sperma adalah satu-satunya penghasil ambergris.

    Para peneliti menemukan bahwa ambergris telah dimanfaatkan manusia sejak ribuan tahun lalu. Orang Mesir kuno membakar ambergris sebagai dupa, sedangkan di Mesir modern digunakan untuk mengharumkan rokok. Selama Abad Pertengahan, orang Eropa menggunakan ambergris sebagai obat untuk sakit kepala, pilek, epilepsi, dan penyakit lainnya.

    Saat ini, ambergris banyak dicari untuk bahan baku parfum yang harganya sangat mahal. Para pembuat parfum merek kenamaan seperti Chanel membutuhkan ambergis untuk membuat aroma musk yang bikin parfum tahan lama. Konon, permintaan ambergis sangat tinggi di negara produsen parfum seperti Uni Emirat Arab yang punya market wewangian sangat besar.

    Namun, peran ambergis yang alami kini sudah digantikan dengan produk sintetis karena barangnya semakin langka.

    Selain untuk parfum, ambergris juga dibuat untuk obat serta campuran makanan dan minuman. Raja Charles II dari Inggris biasa menyantapnya bersama telur. Ambergris juga digunakan sebagai penyedap dalam kopi Turki serta campuran cokelat panas di Eropa pada abad ke-18.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Mind your business Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.