Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Komunitas La Sape di Kongo, Hidup Miskin Tapi Gaya
    Inspiring You

    Mengenal Komunitas La Sape di Kongo, Hidup Miskin Tapi Gaya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Februari 2023Updated:17 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ada banyak cara yang dilakukan orang untuk mencari kebahagiaan. Begitupun, setiap orang memiliki bentuk kebahagiaannya masing-masing, meski terkadang hal itu tak masuk akal bagi sebagian orang lain. 

    Salah satu contoh kasus yang cukup esktrem ada di Republic of Congo dan Democratic Republic of Congo, dua negara di Benua Afrika. Di negara tersebut, ada komunitas yang disebut La Sape. Komunitas ini terkenal karena gaya berpakaian mereka yang trendy, tak jarang mengenakan busana rancangan desainer.

    Meski memakai pakaian mahal, mereka bukan orang kaya. Para anggota komunitas La Sape adalah kaum pekerja, ada yang supir taksi, petani, tukang kayu, dan lain sebagainya. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Apa yang mendasari gaya hidup La Sape? Dan seperti apa asal-usul komunitas ini?

    Semua berawal dari masa penjajahan…

    La Sape adalah singkatan dari Société des ambianceurs et des personnes elegantes atau yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Society of Atmosphere-setters and Elegant People.

    Asal-usul La Sape diyakini bermula di awal abad ke-20 di masa penjajahan Belgia-Prancis di mana budak Kongo bekerja untuk mendapatkan pakaian bekas.

    Di luar jam kerja, para pria Kongo mulai berpakaian seperti “pria Prancis” yang fashionable, ditandai dengan pakaian warna-warni, sepatu mewah, aksesoris seperti topi bowler, tongkat, dan kacamata hitam. Mengenakan pakaian seperti itu, mereka merasa keren dan mendapatkan energi serta kegembiraan.

    Orang-orang ini disebut sapeurs (atau sapeuses bagi perempuan).

    Pada saat itu, La Sape adalah bentuk ekspresi sosial dari orang-orang yang pernah dijajah. Sapeurs menggunakan gerakan ini sebagai pelarian dari kesengsaraan mereka, yang kemudian menjadi inspirasi bagi komunitas lain.

    Namun, mengutip Al Jazeera, saat ini La Sape adalah ideologi gerakan tentang menjadi bahagia dan elegan bahkan jika seseorang sebenarnya kekurangan makan.

    Namun, La Sape lebih dari sebuah subkultur. Ini adalah bagian penting dari budaya Kongo. Bahkan, para politisi dan musisi menghormati gerakan ini.

    “Bagi saya, La Sape hanyalah tentang kebersihan: Saya merasa nyaman dengan setelan Ozwald Boateng saya, jadi saya memakainya,” kata Aime Champaigne, salah satu pengikut gerakan La Sape.

    Namun demikian, orang Kongo yang skeptis tentang La Sape mendefinisikan gerakan ini sebagai obsesi – kecanduan yang tidak dapat dihentikan bahkan jika Anda merasa itu salah.

    Pakaian desainer

    Menurut Tariq Zaidi, penulis buku Sapeurs: Ladies and Gentlemen of the Congo, seorang Sapeur rela menabung selama bertahun-tahun demi mengumpulkan uang hingga US$ 2.000 atau sekitar Rp 28 juta yang kemudian digunakan untuk membeli sebuah jas trendi rancangan desainer ternama.

    Anggota La Sape tak sudi pakai barang palsu. Dengan penghasilan yang pas-pasan, mereka menabung sedikit demi sedikit sampai memiliki cukup uang untuk membeli setelan jas yang mereka idam-idamkan.

    “Mereka lebih suka menghabiskan US$ 100-200 untuk membeli kemeja daripada menabung untuk membeli rumah atau mobil atau sepeda motor,” kata Zaidi, dalam sebuah wawancara dengan Vogue Scandinavia, dikutip Jumat (17/2/2023).

    Prioritas mereka bukan kestabilan ekonomi, tapi tampil trendi dan kalau bisa menjadi trend-setter di komunitasnya.


    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.