Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya Mengintai Kamu yang Tolak Suntik Vaksin Covid-19
    Insight News

    Bahaya Mengintai Kamu yang Tolak Suntik Vaksin Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Agustus 2021Updated:26 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Dalam penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan vaksinasi masih melindungi mereka yang mendapatkan suntikkan dibandingkan yang tidak. Salah satu hasil studinya adalah orang yang tidak divaksin 29 kali lebih mungkin untuk dirawat di rumah sakit dibanding mereka yang divaksinasi penuh.

    Selain itu, dalam studi yang diterbitkan di Mordibity and Mortality Weekly Report CDC dilaporkan orang yang tidak divaksinasi hampir lima kali lebih mungkin terinfeksi Covid dibandingkan yang sudah divaksin. Laporan itu berdasarkan data dari Los Angeles County antara 1 Mei hingga 25 Juli.

    “Data tingkat infeksi dan rawat inap menunjukkan bahwa vaksin resmi melindungi terhadap infeksi SARS-CoV-2 dan Covid-19 yang parah selama periode saat transmisi Delta meningkat,” kata CDC, dikutip CNBC Internasional, Rabu (25/8/2021).

    Hasil laporan ini sama seperti komentar pejabat kesehatan federal dan negara bagian. Mereka mengungkapkan masyarakat AS yang tidak divaksin memiliki resiko terhadap varian delta.

    Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur CDC, Dr. Rochelle Wallensky. Dia mengatakan, “Jika Anda belum divaksinasi, maka termasuk diantara merek ayang beresiko tinggi”.

    “Jangan meremehkan resiko dan konsekuensi serius dari virus ini. Vaksin merupakan alat terbaik yang dimiliki untuk menangani pandemi,” kata dia.

    Presiden Joe Biden menyebutkan ‘hampir semua’ kasus rawat inap dan kematian akibat Covid di AS terjadi pada orang yang tidak divaksinasi. Meskipun ada kasus mereka yang divaksin pun masih terkena virus, namun jumlahnya lebih sedikit.

    “Biar saya perjelas: ada kasus dimana orang divaksinasi terkena Covid-19, namun mereka jauh lebih jarang daripada orang yang tidak divaksinasi terkena Covid-19. Yang terpenting, kondisi mereka jauh lebih ringan,” jelas Biden.

    Per hari Senin (23/8/2021), sudah lebih dari 201 juta masyarakat AS atau 60.8% telah mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19. Sedangkan 171 juta orang atau 51,5% dari total populasi telah divaksin penuh.

    Sementara itu Kepala Penasihat Medis Gedung Putih, Anthony Fauci jika AS bisa melewati musim dingin dan membuat sebagian besar orang yang belum menerima vaksin akhirnya mendapatkan vaksinasi, negara itu bisa mengendalikan virus pada musim semi mendatang.

    “Saat kita memasuki musim, kita bisa kembali ke tingkat normalitas yakni melanjutkan hal yang kami harapkan bisa dilakukan, restoran, teater, hal semacam itu,” ungkap Anthony Fauci saat diwawancarai di Anderson Cooper 360 CNN.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/miq)



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.