Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Kanker Tenggorokan Meningkat, Seks Disebut Pemicunya
    Inspiring You

    Kasus Kanker Tenggorokan Meningkat, Seks Disebut Pemicunya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman27 April 2023Updated:27 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kanker tenggorokan atau kanker orofaringeal adalah tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan. Siapa sangka, selama dua dekade terakhir, telah terjadi peningkatan pesat dalam kasus kanker tenggorokan di Barat, hingga beberapa orang menyebutnya sebagai epidemi.

    Mengutip Science Alert, penyebab utama kanker ini adalah virus human papillomavirus (HPV) yang juga menjadi penyebab utama kanker serviks. Dan virus HPV ditularkan lewat aktivitas seksual.

    Untuk kanker orofaringeal, faktor risiko utamanya adalah karena seks oral sehingga meningkatkan kemungkinan kanker.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Umumnya, kanker ini terjadi bagi mereka yang memiliki enam atau lebih pasangan seks oral seumur hidup. Golongan ini memiliki kemungkinan 8,5 kali lebih besar untuk menderita kanker orofaring daripada mereka yang tidak melakukan seks oral.

    Studi tren perilaku menunjukkan bahwa seks oral sangat lazim di beberapa negara. Dalam sebuah penelitian pada hampir 1.000 orang yang menjalani tonsilektomi karena alasan non-kanker di Inggris, 80 persen orang dewasa melaporkan melakukan seks oral dalam hidup mereka. Namun untungnya, hanya sebagian kecil dari orang-orang tersebut yang mengembangkan kanker orofaringeal. Para ahli belum mengetahui mengapa ini terjadi. 

    Seks oral merupakan tindakan foreplay yang dilakukan dengan melibatkan ciuman atau jilatan area genital.

    Beberapa orang yang terinfeksi HPV kemungkinan bisa sembuh 100 persen. Namun, tidak sedikit orang yang sulit sembuh karena cacat pada aspek tertentu dalam sistem kekebalan mereka.

    Pada pasien tersebut, virus dapat bereplikasi terus menerus, beberapa di antaranya dapat menyebabkan sel inang menjadi kanker.

    Untungnya, kita bisa terhindari dari virus HPV dengan vaksin. 

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.