Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pesawat Tak Boleh Melintas di atas Ka’bah, Mitos atau Fakta?
    Inspiring You

    Pesawat Tak Boleh Melintas di atas Ka’bah, Mitos atau Fakta?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Mei 2023Updated:12 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada rumor bahwa pesawat dilarang mengudara atau melintas di atas ka’bah. Konon penyebabnya karena di sekitar wilayah tersebut terdapat medan magnet. Benarkah?

    Menurut Fact Check AFP, klaim itu keliru.

    Terbang di atas Mekah dilarang karena alasan ideologis dan penghormatan kepada Ka’bah, bukan karena medan magnet, kata pakar geofisika dan pejabat penerbangan sipil kepada AFP.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tidak ada anomali magnetik di Mekkah




    Foto: Para pekerja membersihkan Masjidil Haram di kota suci Muslim Mekah. (AP/Amr Nabil)

    Julien Aubert, peneliti senior dinamika fluida geologis di Institute of Physics of the Globe of Paris (IPGP), mengatakan bahwa Bumi memiliki medan magnet yang berasal dari inti fluida di pusatnya, tapi lokasinya bukan di Mekkah.

    Magnet adalah medan gaya yang berlaku untuk objek magnet apa pun, menurut Vincent Lesur, seorang peneliti geomagnetisme di IPGP. Dia menjelaskan, anomali magnetik memang ada di bumi, tetapi kalaupun ada anomali magnet, bukan berarti pesawat tak bisa terbang di atasnya.

    “Anomali magnet tidak mencegah pesawat untuk terbang di atasnya. Anomali itu paling banyak sering berdampak pada cara kerja kompas, tetapi pesawat jelas menggunakan sistem geolokasi yang lebih modern,” kata Aubert.

    Larangan agama

    Penerbangan di atas kota suci Mekkah dilarang karena alasan agama, kata pakar penerbangan kepada AFP.

    Persatuan Pilot Maskapai Nasional Prancis (SNPL) mengatakan larangan penerbangan itu dibenarkan oleh otoritas Saudi karena alasan ideologis dan penghormatan terhadap Ka’bah. Sebab dianggap suci, hanya Muslim yang diizinkan memasuki kota. Larangan tersebut mencakup wilayah udara di atas kota.

    Selain itu, dikhawatirkan suara bising dari mesin pesawat akan dipantulkan gunung-gunung yang mengelilingi Ka’bah, sehingga mengganggu konsentrasi para jamaah yang sedang beribadah.

    Situs web Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) juga menegaskan hal tersebut.

    “Tidak ada orang yang boleh mengoperasikan pesawat terbang di atas atau di sekitar area mana pun yang akan dikunjungi atau dilalui oleh penjaga dua masjid suci, atau tokoh masyarakat lainnya yang bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan oleh presiden dan diterbitkan dalam Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM).”

    Namun, terdapat beberapa pengecualian larangan terbang di atas Mekkah dengan alasan tertentu. Terkadang, helikopter diizinkan melewati kota tersebut untuk memonitor keamanan para jamaah yang melaksanakan ibadah haji.


    Artikel Selanjutnya


    Kenapa Ronaldo Belum Bisa Debut di Klub Arab Saudi Al Nassr?

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.