Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kucing Liar Diduga Sebarkan Penyakit Mematikan, Waspada!
    Inspiring You

    Kucing Liar Diduga Sebarkan Penyakit Mematikan, Waspada!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Juli 2023Updated:11 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kucing merupakan hewan yang banyak dijadikan sebagai peliharaan manusia. Namun siapa sangka, kucing juga bisa menyebarkan penyakit mematikan.

    Terbaru, seorang wanita di Korea terjangkit severe fever with thrombocytopenia syndrome (SFTS), penyakit yang ditularkan melalui kutu, setelah melakukan kontak dengan kucing liar di Seogipo-si, Jeju, kata otoritas kesehatan Korea Selatan pada Senin (10/7/2023).

    SFTS merupakan penyakit menular yang muncul dari China dengan angka kematian hingga 17 persen di Korea. Kondisi tersebut hingga saat ini belum ada obat atau vaksinnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kasus lokal pertama dilaporkan pada tahun 2013, dan sebanyak 608 orang telah terinfeksi penyakit ini dalam tiga tahun terakhir.

    Gejala umum SFTS termasuk demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, gejala gastrointestinal, gejala otot dan kelainan neurologis.

    Jeju sendiri telah mencatat lima kasus SFTS. Investigasi epidemiologi saat ini sedang berlangsung, dan pasien terbaru menyatakan dia tidak melakukan aktivitas di luar ruangan selain mengelus kucing liar, empat hari sebelum dinyatakan positif.

    Empat pasien SFTS lainnya di Jeju dilaporkan tertular penyakit tersebut saat melakukan aktivitas di luar ruangan atau di taman.

    Sebagian besar infeksi terjadi antara bulan April dan November, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah kutu telah bertambah. Studi juga menunjukkan bahwa kutu-kutu ini menjadi lebih cepat dewasa dan hidup lebih lama karena perubahan iklim.

    Pejabat kesehatan menyarankan untuk mengenakan baju lengan panjang, menggunakan pengusir kutu, dan langsung mandi tepat aktivitas di luar ruangan.

    Menurut pejabat kesehatan, SFTS juga dapat ditularkan melalui cairan tubuh orang atau hewan yang terinfeksi. Siapa pun yang mengalami demam atau gejala gastrointestinal dalam waktu dua minggu setelah beraktivitas di luar ruangan harus menjalani tes.



    Artikel Selanjutnya


    3 Orang Tertular Penyakit Langka dari Kucing, Begini Mulanya

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.