Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Orang Bergaji Rendah Lebih Berisiko Sakit Jantung
    Inspiring You

    Orang Bergaji Rendah Lebih Berisiko Sakit Jantung

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Agustus 2023Updated:2 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penyakit jantung adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berdasarkan data WHO pada 2021, jumlah kematian akibat penyakit jantung mencapai 17,8 juta kasus atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.

    Ada sejumlah faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit jantung. Namun, tahukah Anda bahwa besarnya penghasilan ternyata berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung pada seseorang?

    Menurut data Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) 2013, sebanyak 2,1 persen masyarakat dengan status ekonomi bawah dan 1,6 persen masyarakat dengan status ekonomi menengah bawah mengalami penyakit jantung koroner. Sementara, WHO menyebutkan bahwa lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit jantung terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari Dailymail, para peneliti menemukan bahwa sekitar 50 persen orang dewasa berpenghasilan rendah lebih berisiko mengidap penyakit jantung karena kualitas tidur yang lebih buruk daripada orang berpenghasilan tinggi.

    Berdasarkan hasil penelitian terhadap 110 ribu orang dewasa, sebanyak 48 persen laki-laki dan 53 persen perempuan berpenghasilan rendah berisiko tinggi mengalami penyakit jantung. Menurut para peneliti, tingginya risiko penyakit jantung pada orang dewasa berpenghasilan rendah berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk.

    Beban pekerjaan yang tinggi dan tekanan ekonomi berkontribusi menyebabkan kecemasan sehingga mengganggu kemampuan untuk tidur dengan nyenyak. Selain itu, kondisi tempat tinggal dan lingkungan sekitar orang berpenghasilan rendah juga cukup berpengaruh terhadap kualitas tidur. Umumnya, orang berpenghasilan rendah tinggal di lingkungan yang padat dan bising.

    Dalam penelitian yang sama, tim peneliti menekankan bahwa tidur yang cukup penting untuk kesehatan jantung. Durasi tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah enam hingga delapan jam.

    Sementara itu, berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan Circulation, sebuah penelitian melibatkan lebih dari 15 ribu pasien yang dirawat karena serangan jantung akut atau penyakit jantung koroner di Belanda menemukan bahwa para pasien dengan pendapatan terendah memiliki tingkat kematian pada 28 hari dan 1 tahun yang lebih tinggi secara signifikan.


    Artikel Selanjutnya


    Sakit Gigi Bisa Picu Penyakit Jantung, Mitos atau Fakta?

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.