Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gejala Baby Blues yang Picu Ibu Tenggelamkan Bayi di Ember
    Inspiring You

    Gejala Baby Blues yang Picu Ibu Tenggelamkan Bayi di Ember

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Oktober 2023Updated:18 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus ibu yang mengalami baby blues sehingga membahayakan bayi kembali viral di media sosial. Terbaru, seorang ibu berinisial A di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menenggelamkan bayinya ke dalam ember akibat baby blues dan depresi.

    Dalam video yang beredar di media sosial, A memasukkan dan menenggelamkan bayi ke dalam ember yang penuh berisi air. Terlihat, bayi menangis dan kesulitan bernapas akibat kepala ditenggelamkan terlebih dahulu.

    “Halo, guys. Kita berenang. Huuu,” ujar A sambil tertawa, dikutip Rabu (18/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari detiknews, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan bahwa A mengalami baby blues syndrome dan depresi.

    “Dia (ibu bayi) mengalami sindrom baby blues dan ada sedikit depresi pada saat awal diagnosa,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Umum Komnas PA, Lia Latifah, dikutip Rabu (18/10/2023).

    Lantas, apa itu baby blues syndrome?

    Melansir dari Healthline, baby blues syndrome adalah periode ketidakstabilan emosi seorang ibu beberapa hari setelah melahirkan. Umumnya, baby blues syndrome ditandai dengan rasa sedih, cemas, stres, dan perubahan suasana hati yang ekstrem. Sekitar satu dan empat ibu di dunia mengalami baby blues syndrome.

    Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, para ahli menyebutkan bahwa baby blues terjadi karena fluktuasi atau ketidakpastian hormon pasca-melahirkan.

    Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami fluktuasi hormon secara ekstrem untuk membantu seorang ibu melewati masa pemulihan, mengembalikan rahim ke ukuran normal, dan meningkatkan laktasi.

    Selain itu, penyebab baby blues syndrome pada ibu juga diduga akibat jadwal tidur yang semakin tidak teratur dan perubahan gaya hidup setelah melahirkan.

    Biasanya, gejala baby blues syndrome dimulai pada dua hingga tiga hari setelah melahirkan. Pada sebagian kasus, baby blues syndrome akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar sepuluh hari. Namun, ada pula kasus baby blues syndrome yang mencapai 14 hari pasca-persalinan.

    Berikut gejala umum baby blues syndrome pasca-melahirkan yang harus dikenali.

    1. Mudah menangis tanpa alasan yang jelas

    2. Mengalami perubahan suasana hati dan mudah tersinggung

    3. Merasa tidak memiliki ikatan emosional dengan bayi

    4. Merasa kehilangan masa-masa menyenangkan dalam hidup

    5. Khawatir atau cemas berlebihan tentang kesehatan dan keselamatan bayi

    6. Mudah merasa gelisah

    7. Insomnia

    8. Sulit berpikir jernih dan membuat keputusan



    Artikel Selanjutnya


    4 Gejala Utama Stunting, Bukan Cuma Tubuh Pendek

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.