Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ada 8 Negara Melarang McDonald’s, Ini Penyebabnya
    Inspiring You

    Ada 8 Negara Melarang McDonald’s, Ini Penyebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Oktober 2023Updated:21 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Siapa yang tidak kenal McDonald’s? Salah satu restoran cepat saji terpopuler di dunia logo ‘M’ dan maskot badut Ronald McDonald yang ikonik.

    McDonald’s tercatat memiliki jumlah gerai terbanyak di dunia, yakni lebih dari 40 ribu restoran. Jumlah ini lebih banyak dibanding restoran cepat saji lainnya.

    Berdasarkan laporan tahunan McDonald’s pada 2022, restoran cepat saji ini memiliki 40.275 restoran dengan 95% di antaranya adalah franchise atau waralaba yang tersebar di lebih 100 negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Walaupun memiliki puluhan ribu gerai di seluruh dunia, ternyata ada negara yang tidak memiliki McDonald’s. Menurut laporan World Population Review, ada sembilan negara di dunia yang melarang keberadaan McDonald’s.

    Lantas, apa saja negara-negara tersebut? Berikut rangkumannya.

    1. Bermuda

    Sebelum dinyatakan ilegal, satu gerai McDonald’s sempat bertengger di Bermuda hingga 1995. Namun, saat ini McDonald’s dipastikan tidak memiliki satu gerai pun di negara kecil ini.

    Bermuda dilaporkan memiliki undang-undang (UU) yang melarang restoran cepat saji asing sejak tahun 1970-an. Namun, McDonald’s berhasil menemukan celah pada 1985 dengan membangun restoran McDonald’s di U.S Naval Air Station atau Pangkalan Udara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS).

    Pada 1995, pangkalan tersebut ditutup sehingga mengakibatkan McDonald’s harus ikut tutup.

    2. Iran

    Iran dan AS terkenal memiliki perseteruan selama puluhan tahun. Akibatnya, McDonald’s yang berasal dari AS tidak diizinkan dan dinyatakan ilegal untuk membuka gerai di Iran sejak 1979.

    Menariknya, Iran justru menciptakan pengganti McDonald’s, yaitu Mash Donald’s.

    3. Makedonia

    Makedonia adalah negara kecil yang terletak di Semenanjung Balkan, Eropa Selatan yang melarang keberadaan McDonald’s.

    Melansir dari Reader’s Digest, McDonald’s sempat membuka tujuh cabang di Makedonia yang beberapa di antaranya berada di ibu kota negara, Skopje. Pada 2013, grup waralaba McDonald’s ditemukan tidak memiliki lisensi resmi sehingga seluruh gerai di Makedonia ditutup.

    Sejak saat itu, Pemerintah Makedonia memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan McDonald’s.

    4. Yaman

    Perekonomian Yaman yang tidak stabil membuat McDonald’s enggan untuk membuka gerai di salah satu negara Timur Tengah tersebut.

    Selain itu, sejumlah kelompok ekstremis di Yaman juga mengancam tindakan militan terhadap setiap McDonald’s yang nekat membuka restorannya di negara dengan ibu kota Sana’a tersebut.

    5. Korea Utara

    Korea Utara pimpinan Kim Jong Un adalah negara yang ‘menutup’ diri dari pengaruh luar negeri. Maka dari itu, tidak mengejutkan jika McDonald’s dilarang keras untuk membuka gerai di Korea Utara.

    Namun, menurut laporan The Telegraph, sejumlah anggota elit pemerintah Korea Utara berhasil menyeludupkan McDonald’s dari Korea Selatan sebagai konsumsi pribadi.

    6. Zimbabwe

    Pada 2000 silam, McDonald’s sempat berupaya untuk memperkenalkan diri ke salah satu negara di Afrika ini, yakni ketika Zimbabwe mengalami kehancuran ekonomi yang besar.

    Namun, McDonald’s International Franchising menyebutkan bahwa pihaknya tidak ada rencana konkret untuk membuka gerai mereka di sebagian besar negara-negara Afrika.

    7. Islandia

    Bisnis McDonald’s ‘hancur’ di Tanah Islandia pada 2009 akibat krisis ekonomi besar serta tarif impor yang mahal untuk daging, salah satu bahan baku yang dibutuhkan perusahaan.

    Selain itu, Pemerintah Islandia disebut tidak menyukai keberadaan McDonald’s karena Islandia adalah negara yang sangat peduli dengan kesehatan. Namun, McDonald’s dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk kembali membuka cabang di negara tersebut.

    8. Bolivia

    Berbeda dengan negara lainnya, McDonald’s menjadi pihak yang memilih untuk angkat kaki dari Bolivia, padahal McDonald’s tidak dilarang secara langsung oleh pemerintah negara tersebut.

    Adapun, alasan McDonald’s cabut dari Bolivia pada 2002 adalah hasil penjualan yang buruk alias tidak laku. Sebab, masyarakat Bolivia disebut enggan membeli burger dari perusahaan asing.

    Bahkan, Presiden Bolivia pada saat itu sempat menyebut McDonald’s tidak peduli dengan kesehatan masyarakat dan hanya mementingkan keuntungan perusahaan.

    (mkh/mkh)


    Inspirasi Kamu Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.