Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tak Selamanya Bahagia, Ini 3 Tahap Usai Dapat Rezeki Nomplok
    Inspiring You

    Tak Selamanya Bahagia, Ini 3 Tahap Usai Dapat Rezeki Nomplok

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 November 2023Updated:17 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Semua orang pasti tidak akan menolak rezeki nomplok berupa uang. Bahkan, hal tersebut sering dimanifestasikan oleh setiap orang tanpa terkecuali karena dianggap dapat memberikan kebahagiaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari CNBC Make It, ahli saraf MIT, Dr. Tara Swart Bieber, mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang terjadi di dalam otak ketika Anda tiba-tiba mendapatkan rezeki nomplok berupa uang. Ternyata, tidak semuanya bermakna bahagia.

    Lantas, apa saja tiga hal berupa tahapan yang terjadi di dalam otak setelah dapat rezeki nomplok mendadak?

    1. Mengalami Perasaan Gembira
    Menurut Dr. Bieber, rezeki nomplok dapat memicu lonjakan kadar dopamin. Dopamin adalah hormon yang bisa membuat seseorang jadi lebih bahagia.
    Namun, kegembiraan yang meluap-luap ini ternyata tidak bertahan lama.

    “Seiring berjalannya waktu manusia cenderung menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup ekstrem. Akibatnya, peningkatan kebahagiaan tidak selalu bersifat jangka panjang,” kata Dr. Bieber, dikutip Jumat (17/11/2023).

    Dr. Bieber mengatakan, fenomena yang mulai terbiasa dengan kehidupan baru setelah mendapatkan rezeki nomplok adalah “Hedonic Treadmill”. “Hedonic Treadmill” biasanya membuat seseorang kembali ke “dasar” kebahagiaan.

    2. Mengalami Lima Tahap Kesedihan
    Setelah melewati perasaan gembira, seseorang yang baru saja dapat rezeki nomplok akan mengalami lima tahap kesedihan, yakni penolakan, negosiasi, marah, depresi, dan penerimaan.

    a. Penolakan
    Pada tahap ini, orang yang mendapatkan rezeki nomplok akan menyangkal atas apa yang terjadi setelah terkejut dan tidak percaya. Penolakan ini terjadi sebagai bentuk untuk memahami keberuntungan yang tiba-tiba berubah.

    b. Negosiasi
    Setelah menyadari kenyataan, seseorang akan melakukan negosiasi dengan diri sendiri terkait cara mengelola kekayaan barunya.
    Pada tahap ini, seseorang berpotensi untuk merasa bersalah atau menyesal karena menilai diri tidak pantas atas rezeki nomplok yang baru saja diterima.

    c. Marah
    Pada akhirnya, kemarahan setelah negosiasi mungkin muncul karena khawatir dengan ekspektasi masyarakat atau ragu dengan diri sendiri.

    d. Depresi
    Setelah merasa marah, seseorang juga mungkin merasa depresi atas beban tanggung jawab dari kekayaan yang baru didapat. Selain itu, keputusan yang diambil dapat menurunkan suasana hati dan membuat hidup terasa berat.

    e. Penerimaan
    Penerimaan adalah tahap terakhir yang dialami seseorang setelah penolakan, negosiasi, marah, dan depresi. Pada tahap ini, seseorang telah menerima rezeki nomplok yang didapat dan memutuskan untuk melewati kenyataan yang berubah.

    3. Mengalami Pergeseran Cara Pandang
    Ketika status keuangan berubah, dinamika sosial seseorang juga bisa berubah. Begitu kabar tentang rezeki nomplok tersebar, seseorang mungkin akan dibanjiri permintaan uang dan merasa kehilangan privasi.

    Menurut Dr. Bieber, penilaian otak terhadap persepsi di lingkungan sosial dapat menimbulkan rasa waspada, perasaan terisolasi, dan sulit percaya dengan orang lain akibat dugaan akan ada ancaman.

    Namun, berkat proses yang disebut “neuroplastisitas”, otak juga memiliki kapasitas perubahan yang luar biasa. Meskipun interaksi ini terasa menyulitkan, manusia memiliki “semua alat” yang diperlukan untuk menciptakan batasan demi melindungi diri dari setiap perubahan.

    “Maka dari itu, jagalah lingkaran kecil orang-orang tepercaya di sekitar Anda, lakukan meditasi secara teratur, dan tulis jurnal tentang pengambilan keputusan Anda,” saran Dr. Bieber.

    Selain itu, Dr. Bieber juga menyarankan setiap orang untuk rutin berolahraga, terapkan teknik pernapasan dalam, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup demi menghindari stres berlebih setelah mendapat rezeki nomplok.



    Artikel Selanjutnya


    Misteri Otak Einstein Terungkap, Ternyata Disimpan di Sini

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.