Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Planet Mars Hilang dari Antariksa, NASA Beberkan Alasannya
    Insight News

    Planet Mars Hilang dari Antariksa, NASA Beberkan Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2023Updated:22 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Planet Mars hilang dari antariksa sejak akhir pekan lalu. Pasalnya, orbit Mars membawa planet tersebut jauh dari Matahari sehingga tidak bisa terlihat selama berminggu-minggu.

    Fenomena yang disebut sebagai ‘konjungsi Matahari’ ini disebabkan orbit Mars bergerak melawan sisi Matahari yang mengarah ke Bumi, dikutip dari Space, Rabu (22/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mars terpisah dari Matahari dalam jarak kurang dari 1 derajat. Keduanya berada di konstelasi Libra.

    Setelahnya, Mars seolah lenyap dan tidak bisa diamati selama beberapa minggu karena terhalang oleh cahaya Matahari.

    Konjungsi Matahari dialami oleh Bumi dan Mars setiap 2 tahun sekali, berdasarkan waktu di Bumi. Planet ke-3 dan ke-4 dari Matahari tersebut juga akan berjarak lebih jauh dari kondisi normal.

    Biasanya, Mars dan Bumi terpisah dalam jarak sekitar 225 juta kilometer. Selama konjungsi Matahari berlangsung, Mars dan Bumi akan berjarak hampir 2 kali lipat lebih jauh, yakni sekitar 378 juta kilometer.

    Selama lebih dari 20 tahun, NASA telah mengoperasikan robot penjelajah yang dinamai ‘Curios’ dan ‘Perseverance’ untuk mengamati permukaan Mars.

    Selain itu, NASA juga menerbangkan helikopter ‘Ingenuity’ di atas Mars, serta beberapa pesawat ruang angkasa yang mengorbit di sekitar Planet Merah tersebut.

    Dalam beberapa bulan ke depan, Mars akan muncul dari sisi lebar Matahari dan terlihat lebih lama di langit sebelum fajar menyongsong.

    Lalu, selama satu tahun ke depan, Mars akan mencapai oposisi dan terlihat hampir sepanjang malam dari langit Bumi.

    Selama konjungsi Matahari, pengendali misi di Bumi akan kehilangan kontak dengan robot yang menjalankan misi di Mars. Penjelajahan akan terhenti, helikopter Ingenuity dilarang terbang, dan pesawat ruang angkasa tidak bisa mengirimkan data ke Bumi.

    Protokol itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya perintah parsial yang mengganggu operasional robot atau pesawat ruang angkasa.

    “NASA akan menunda pengiriman perintah ke armada Mars selama dua minggu, mulai 11 hingga 25 November,” kata NASA dalam keterangan resminya.

    “Misi ini dihentikan karena gas panas terionisasi yang dikeluarkan dari korona matahari berpotensi merusak sinyal radio yang dikirim dari Bumi ke pesawat ruang angkasa NASA di Mars, sehingga menyebabkan perilaku yang tidak terduga,” dijelaskan lebih lanjut.

    NASA mengatakan timnya telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan daftar hal yang harus dilakukan ke semua pesawat luar angkasa Mars.



    Artikel Selanjutnya


    NASA Buka-Bukaan Tanda Kiamat, Cek Faktanya

    (fab/fab)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.