Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jutaan Ikan Sarden Terdampar di Pantai Jepang, Ada Apa?
    Inspiring You

    Jutaan Ikan Sarden Terdampar di Pantai Jepang, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Desember 2023Updated:15 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Sekitar 1.200 ton ikan sarden dan makarel ditemukan mati dan terdampar di sepanjang pantai Jepang. Meskipun penyebabnya masih dalam penyelidikan, pihak berwenang membantah teori konspirasi yang menyebutkan hal tersebut terkait dengan pelepasan bahan kimia dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

    Menurut laporan media Jepang Asahi Shimbun, ikan sarden dan makarel yang mati dalam jumlah besar telah terdampar di sepanjang garis pantai Kota Hakodate di pulau paling utara Jepang sejak 7 Desember. Hampir 900 kilometer jauhnya dari pelabuhan perikanan Nakiri di Shima, Jepang Tengah, ikan sarden yang disebut sappa oleh masyarakat lokal, juga ditemukan mati dalam jumlah yang sangat banyak pada 13 Desember, lapor Mainichi Shimbun.

    “Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” kata seorang nelayan yang telah bekerja di Nakiri selama 25 tahun kepada surat kabar tersebut. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Baru sekitar tahun lalu kami mulai menangkap sappa di Nakiri. Ini membuat saya merasa ekosistem laut berubah.”

    Para peneliti di Organisasi Penelitian Hokkaido menjelaskan bahwa kematian ikan massal seperti ini dapat terjadi karena perubahan suhu air yang tiba-tiba, atau ketika gerombolan ikan melarikan diri dari lumba-lumba dan predator lainnya. Namun, alasan di balik kematian yang tidak biasa ini belum sepenuhnya dipahami.

    [Gambas:Twitter]

    The Mail Online, sebuah tabloid Inggris, melaporkan kematian tersebut dengan mengatakan bahwa insiden tersebut “menimbulkan spekulasi bahwa pelepasan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima telah menimbulkan malapetaka pada ekosistem lokal.” Klaim serupa juga banyak diunggah di media sosial.

    Namun, pihak berwenang Jepang berpendapat bahwa kematian jutaan ikan tidak ada hubungannya dengan air limbah Fukushima.

    Menanggapi klaim tersebut, Badan Perikanan Hakodate mengatakan: “Tidak ada kelainan yang ditemukan dalam hasil survei pemantauan air. Kami prihatin dengan penyebaran informasi yang tidak berdasarkan bukti ilmiah,” menurut media Jepang.

    Sebelumnya, rencana Jepang untuk membuang air limbah radioaktif ke laut membuat khawatir banyak orang di Negeri Sakira dan sekitarnya. China dan Korea Selatan sangat kritis terhadap usulan tersebut, sementara LSM lingkungan hidup Greenpeace menuduh pemilik pembangkit listrik tenaga nuklir “menggunakan Samudera Pasifik sebagai tempat pembuangan sampah.”

    Namun, pemerintah Jepang berdalih air tersebut telah diolah dan diencerkan secara ekstensif hingga kadarnya jauh di bawah batas peraturan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 



    Artikel Selanjutnya


    Saat Raksasa Keripik Asal Jepang Dibuat Pening Gegara Kentang

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.