Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satu Dekade Berdarah-darah, Taksi Online Ini Akhirnya Untung
    Insight News

    Satu Dekade Berdarah-darah, Taksi Online Ini Akhirnya Untung

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2021Updated:6 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Uber Technologies Inc mencatatkan keuntungan. Ini datang sejak perusahaan itu debut satu dekade lalu dengan dua segmen penting yakni ride hailing dan pengiriman makanan.

    Di sisi lain, perusahaan ride hailing asal China Didi mengalami penurunan nilai saham besar-besaran. Serta harus puas menderita kerugian bersih senilai US$2,4 miliar (Rp 34,5 triliun) pada kuartal 3.

    Sementara itu Wall Street memperkirakan kuartal keempat Uber mengecewakan. Saham melambung satu jam setelah jam perdagangan dan naik sekitar 1%.

    Uber melaporkan pendapatan yang disesuaikan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan ukuran yang tidak termasuk biaya satu kali seperti kompensasi. Nilainya adalah US$8 juta (Rp 115,1 miliar) pada kuartal yang berakhir 30 September lalu, dikutip dari Reuters, Jumat (5/11/2021).

    Capaian itu dibandingkan perusahaan yang merugi mencapai US$625 juta (Rp 8,9 triliun) pada tahun lalu.

    Perusahaan berbasis di California itu memperkirakan laba pada kuartal terakhir tahun 2021 mencapai US$25 juta hingga US$75 juta (Rp 359 miliar – Rp 1,07 triliun). Data Refinitiv memperkirakan bisa mencapai US$114 juta.

    Namun Reuters mencatat laporan pendapatan Uber mengecewakan. Ini karena saingan perusahaan di Amerika Serikat (AS), Lyft melaporkan laba penyesuaian kuartalan selama dua kali berturut-turut pada US$67,3 juta (Rp 968,2 miliar).

    Lyft juga memperkirakan EBITDA antara US$70 juta (Rp 1 triliun) dan US$75 juta pada kuartal keempat.

    Baik Uber dan Lyft operasionalnya memang belum kembali menguntungkan. Kedua perusahaan juga menolak memberikan keterangan kemungkinan itu terjadi.

    Reuters menambahkan, penurunan nilai kepemilikan Uber pada Didi dan kompensasi berdasarkan saham membuat kerugian bersih lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu.

    Bisnis pengiriman Uber termasuk pengiriman makanan dan toko hadir sebagai tulang punggung perusahaan selama pandemi. Pendapatan pengiriman mengalami peningkatan pada kuartal tiga.

    Uber mengatakan bisnis pengiriman makanan yang membukukan 96% pemesanan kotor pengiriman, menguntungkan untuk pertama kalinya dari EBITDA pada kuartal tiga.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.