Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Catcalling, Istilah yang Disebut Anies dalam Debat
    Inspiring You

    Mengenal Catcalling, Istilah yang Disebut Anies dalam Debat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Februari 2024Updated:5 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Debat kelima Pilpres 2024 telah berlangsung tadi malam di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2). Dalam debat terakhir tersebut para calon presiden (capres) yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo menyampaikan gagasannya seputar isu teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoaks, intoleransi, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

    Saat bicara mengenai pemberdayaan dan perlindungan perempuan, calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung istilah catcalling.

    “Kekerasan perempuan tidak boleh disepelekan, dianggap isu kecil. Mulai catcalling hingga kekerasan fisik harus ditindak tegas, dan kami akan tindak tegas,” ujar Anies.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas apa itu catcalling?

    Catcalling adalah bentuk pelecehan seksual di ruang publik, biasanya di jalan. Misalnya, saat Anda berjalan melewati segerombolan orang, mereka bersiul menggoda Anda, atau bahkan menawarkan tumpangan dengan intensi yang negatif.

    Secara harfiah, catcalling sendiri berasal dari kata ‘catcall’ yang berarti ‘ejekan’. Laman Cambridge Dictionary mendefinisikan catcall sebagai ‘teriakan/siulan keras yang bersifat negatif, utamanya saat dilakukan di tengah keramaian’.

    Sementara di zaman kiwari, catcalling juga bisa dianggap sebagai bentuk objektifikasi seksual terhadap seseorang.

    Bentuk dan contoh catcalling 

    Catcalling dapat berupa komentar vulgar, siulan, bunyi klakson, gerakan tubuh, dan lain-lain. Catcalling juga bisa berupa sapaan salam namun dengan nada menggoda atau melecehkan. 

    Kondisi ini bisa membuat korban merasa tidak nyaman saat berada di ruang publik.

    Catcalling biasanya menaruh perhatian pada penampilan fisik perempuan, sehingga memperkuat anggapan bahwa perempuan adalah objek seksual.

    Penelitian telah menjelaskan sejauh mana catcalling berdampak negatif pada korban, termasuk dampak fisik seperti kesulitan bernapas, mati rasa, dan mual, dan dampak emosional termasuk rasa malu, takut, dan tidak percaya diri dengan tubuh.


    Artikel Selanjutnya


    Anies Sorot Mega Korban KDRT di Debat Capres, Ini Kisahnya

    (Linda Hasibuan/hsy)


    Inspirasi Kamu Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.