Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»RI Punya Pabrik Kecantikan Terbesar di Dunia, Ini Lokasinya
    Inspiring You

    RI Punya Pabrik Kecantikan Terbesar di Dunia, Ini Lokasinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Maret 2024Updated:8 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bisnis kecantikan memang tak ada matinya. Bahkan, industri kecantikan global diprediksi akan terus tumbuh positif, didorong oleh meningkatnya jumlah pekerja perempuan dan kebutuhan akan produk perawatan kulit. 

    Bicara soal pemain besar di industri kecantikan global, salah satu ‘ratunya’ adalah L’Oreal, yang ternyata memiliki pabrik terbesar di dunia dengan luas lebih dari 20 hektar dan bangunan seluas 66 ribu meter persegi di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Selain itu, L’Oreal melalui PT Yasulor Indonesia juga menjadi salah satu pelaku industri kecantikan dengan jumlah ekspor terbanyak di Indonesia.

    Chief of Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L’Oreal Indonesia, Melanie Masriel, mengungkapkan bahwa L’Oreal Indonesia telah mengekspor lebih dari 50 persen produk kecantikan ke 18 negara di dunia, terutama Asia Tenggara (ASEAN).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Di Asia Tenggara [pabrik L’Oreal] cuma satu. Jadi, kita ekspor ke 18 negara. Semua dari Indonesia,” kata Melanie di L’Oreal Manufacturing Indonesia, Kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).

    Melanie mengatakan, L’Oreal Indonesia telah mengekspor 57 persen produk kecantikan yang dinaungi perusahaannya ke 18 negara, termasuk Asia Tenggara dan Rusia. Namun, ia belum dapat menyebutkan secara pasti berapa nilai ekspor yang telah dihasilkan L’Oreal.

    “Jadi, semua produk yang kita produksi di sini itu 57 persen untuk ekspor, lebih banyak daripada buat domestik. Kita ekspornya itu ke 18 negara. Semua Asia Tenggara pasti ada, kayak Vietnam, Thailand, Singapura, Malaysia, Kamboja, Myanmar. [Bahkan] ada Rusia,” ungkap Melanie.

    “(Produk yang paling banyak diekspor) Garner, Maybelline, sebagian L’Oreal Paris, ada juga L’Oreal Professionnel. Namun paling banyak Garnier,” lanjutnya.

    Sebagai informasi, L’Oreal Indonesia menaungi sejumlah merek kecantikan terkenal di Indonesia, seperti Garnier, Maybelline New York, NYX Professional, Lancome, Yves Saint Laurent Beauty (YSL Beauty), Kiehl’s, L’Oreal Paris, L’Oreal Professionnel, hingga Kerastase.

    L’Oreal Klaim Lakukan Produksi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

    L’Oreal Indonesia resmi mengumumkan bahwa pihaknya berhasil menggunakan energi terbarukan 100 persen di seluruh situs produksinya di Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung pemerintah dalam menekan jumlah emisi karbon.

    Pada akhir 2023, L’Oreal Indonesia beralih dari penggunaan boiler gas menjadi boiler listrik sebagai teknologi pemanas untuk pabrik. L’Oreal Indonesia mengatakan, penggunaan boiler listrik ini untuk mewujudkan target Net Zero Emission 2060 Indonesia.




    Foto: (CNBC Indonesia/Rindi Salsabila)
    PT Yasulor Indonesia (L’Oreal Indonesia Plan) menggunakan boiler listrik sebagai teknologi pemanas untuk pabrik sebagai peran untuk mewujudkan target Net Zero Emission 2060 Indonesia. Boiler listrik ini digunakan di L’Oreal Manufacturing Indonesia, Kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Rindi Salsabila)

    “Transisi kami dalam pengadaan 100 persen energi terbarukan dimulai sepuluh tahun lalu dan pemasangan boiler listrik tidak hanya menunjukkan komitmen kami terhadap keberlanjutan, tapi mendorong L’Oreal menjadi industri berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur L’Oreal Indonesia, Junaid Murtaza.

    Direktur Pabrik L’Oreal Indonesia, Hassan Asif, mengungkapkan bahwa selain penggunaan boiler listrik, L’Oreal Indonesia mengaku telah memaksimalkan penggunaan air di seluruh operasi pabrik sebagai upaya untuk menjadi pabrik waterloop pada 2026.

    “Kami melakukan pengolahan air limbah untuk memproses limbah dan menggunakannya kembali sebagai bahan bakar semen alternatif untuk industri semen,” ujar Hasan.

    “Kami mengoptimalkan penggunaan air di seluruh operasi pabrik kami sebagai bagian dari perjalanan untuk menjadi pabrik waterloop pada 2026,” imbuhnya.



    Artikel Selanjutnya


    Bisnis Kecantikan Punya Prospek Cerah di RI, Ini Alasannya

    (rns/rns)


    Gaya Hidup Terkini Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.