Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»BMKG Ungkap Potensi Cuaca Mudik Lebaran 2024, Ada Banjir?
    Inspiring You

    BMKG Ungkap Potensi Cuaca Mudik Lebaran 2024, Ada Banjir?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Maret 2024Updated:17 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau Lebaran 2024 pada April akan mulai membaik jika dibandingkan dengan triwulan pertama.

    Ketua Pokja Prediksi Indeks Iklim Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Indra Gustari mengungkapkan bahwa April 2024 Indonesia masih berada pada periode musim hujan. Namun, musim hujan ini akan berakhir seiring dengan menguatnya angin muson Australia.

    Indra mengatakan, wilayah di Indonesia akan terbagi menjadi dua, yakni wilayah yang sudah memasuki musim kemarau dan wilayah yang masih dalam periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Secara gradual, musim hujan ini akan berakhir dengan menguatnya muson Australia. April itu adalah periode transisi, ya. Sebagian masuk musim kemarau, tetapi yang lainnya masih transisi [dari musim hujan] ke musim kemarau,” jelas Indra saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2024).

    Seiring dengan hal tersebut, Indra mengatakan bahwa meskipun potensi hujan masih akan terjadi, curah hujan yang akan turun pada April 2024 tidak akan setinggi triwulan ketiga, yakni Januari hingga Maret 2024.

    “Curah hujannya kalau kita lihat tidak sekuat di Januari, Februari, Maret, tetapi karena itu adalah periode transisi, potensi hujan lokalnya masih ada walaupun tidak setinggi di periode puncak musim hujan,” kata Indra.

    Selain itu Indra turut menyebutkan bahwa saat arus mudik, potensi gelombang di selat atau laut masih berpotensi terjadi. Namun, gelombang yang dimaksud tidak setinggi periode angin muson barat.

    “Potensinya masih ada walaupun tidak setinggi periode puncak musim barat atau penghujung hujan karena itu adalah periode transisi,” ujar Indra.

    “Tentu pada skala tertentu kita harus antisipatif terhadap potensi hujan skala lokal yang bisa memicu angin kencang pada skala lokal walaupun tidak setinggi di puncak musim hujan,” lanjutnya.

    Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2024 jatuh para Senin, 8 April 2024 atau saat dimulainya cuti bersama. Hal ini diprediksi berdasarkan hasil survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024.

    “Perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024 (dimulainya cuti bersama). Dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang (13,7%),” papar Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melalui keterangan di laman resmi, dikutip Jumat (15/3/2024).

    “Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang (21,2%),” ungkapnya.



    Artikel Selanjutnya


    Mengapa Cuaca Indonesia Panas Mendidih? Ini Jawaban BMKG

    (rns/rns)


    Berani sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.