Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronom Arab Ungkap Dampak Gerhana Matahari Total Jelang Lebaran
    Insight News

    Astronom Arab Ungkap Dampak Gerhana Matahari Total Jelang Lebaran

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena Gerhana Matahari Total yang terjadi jelang lebaran pada 8 April 2024 ternyata memiliki dampak pada penampakan bulan sabit Syawal. Ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Astronomi Uni Emirat Arab (UEA), Al Jarwan.

    Al Jarwan menyebutkan pengamatan bulan Sabit akan sulit dilakukan saat Gerhana Matahari Total terjadi. Hal tersebut membuat bulan Sabit pada Syawal baru akan terlihat keesokan harinya atau pada 9 April 2024 mendatang, dikutip dari Gulf News, Selasa (19/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bulan sabit Syawal merupakan tanda akhir dari bulan Ramadhan. Dengan baru terlihatnya bulan Sabit pada 9 April, Asosiasi Astronomi UEA mengatakan lebaran kemungkinan jatuh pada 10 April 2024.

    Fenomena itu juga disebut akan berdampak pada berbagai aktivitas di Bumi. Salah satunya lonjakan trafik internet dan sinyal ponsel.

    Ini disebabkan karena kemungkinan akan ada banyak orang yang mengakses Google Search. Pada fenomena sebelumnya, sejumlah orang mencari tahu informasi dampak melihat langsung Matahari saat gerhana terjadi.

    Sinyal ponsel juga akan bermasalah. Karena kemungkinan akan ada banyak aktivitas ponsel secara berlebihan saat itu.

    Gerhana Matahari Total nanti dapat terlihat di beberapa lokasi di dunia. Yakni mulai dari Meksiko, Amerika Serikat, Amerika Utara hingga Kanada.

    Sementara itu, Xavier Jubier selaku pakar gerhana asal Perancis menjelaskan jalur Gerhana Matahari Total terbentang 162-200 kilometer. akni terjadi di Samudera Pasifik hingga menuju ke Atlantik.

    Titik totalitas terpanjang fenomena tersebut pada Nazas, dekat Durango, Meksiko. Pada saat bayangan Bulan membesar, masyarakat dapat melihat Gerhana Matahari Total selama 4 menit 28 detik.



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.