Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kenali 10 Tanda Bahaya Usus Bermasalah sebelum Terlambat
    Inspiring You

    Kenali 10 Tanda Bahaya Usus Bermasalah sebelum Terlambat

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 April 2024Updated:18 April 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Usus merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh kita. Salah satu fungsi utama usus adalah sebagai organ yang berperan dalam proses penyerapan gizi dari makanan dan minuman.

    Banyak penelitian menunjukkan bahwa usus adalah sumber di balik berbagai kesehatan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang tidak mengetahui gangguan pada usus. Jika dibiarkan, hal ini dapat berkembang menjadi kronis.

    Berikut adalah 10 tanda peringatan kondisi usus yang buruk, dilansir Eat This, Not That.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Sembelit

    Saat kesehatan usus Anda menurun, Anda mungkin merasakan pergerakan usus melambat.

    Menurut penelitian tahun 2022 di jurnal Nutrients, mikrobioma secara langsung memengaruhi pergerakan usus (atau kekurangannya).

    Meskipun ketidakseimbangan mikroba dapat menyebabkan sembelit, tetapi mengembalikan keseimbangan dapat meringankannya. Para peneliti di balik penelitian ini menyimpulkan bahwa probiotik yang tepat bekerja pada sistem kekebalan dan saraf untuk meningkatkan fungsi usus.

    2. Diare

    Tidak semua ketidakseimbangan usus menyebabkan sembelit. Terkadang Anda mungkin mengalami masalah sebaliknya. Diare adalah pertanda klasik disbiosis.

    Ketika koloni mikrobiota usus Anda tidak berkembang, koloni tersebut tidak dapat melakukan upaya terbaiknya dalam menangkal patogen yang menyerang seperti bakteri berbahaya, jamur, dan virus yang menyebabkan diare.

    3. Sakit maag

    Ketika ada masalah di usus bagian bawah, masalah bisa menjalar ke saluran pencernaan bagian atas. Sakit maag mungkin merupakan tanda kesehatan usus yang buruk.

    Dalam sebuah penelitian tahun 2021, pasien yang dirujuk untuk operasi terkait asam lambung memiliki prevalensi disbiosis usus yang sangat tinggi yakni 60,6%.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa penderita asam lambung memiliki tingkat bakteri gram negatif yang sangat tinggi di kerongkongan.

    4. Mengalami masalah kulit

    Menurut penelitian tahun 2021 di Mikroorganisme, mikrobioma yang tidak seimbang dikaitkan dengan perubahan respons imun yang dapat menyebabkan jerawat, dermatitis atopik, psoriasis, ketombe, dan kanker kulit.

    5. Mengalami intoleransi terhadap makanan

    Anda tidak bisa mentoleransi makanan tertentu seperti dulu? Kesehatan usus Anda mungkin menjadi akar masalahnya.

    Hubungan antara kepekaan terhadap makanan dan mikrobioma adalah hubungan rumit yang diyakini para peneliti melibatkan respons imun. Meskipun sensitivitas atau intoleransi dapat bertahan seumur hidup, beberapa diantaranya, seperti intoleransi laktosa, dapat dikurangi dengan pengobatan dengan probiotik.

    6. Kelelahan

    Penelitian telah lama menunjukkan adanya hubungan potensial antara kondisi kelelahan kronis dan menurunnya kesehatan usus.

    Bahkan orang dewasa muda yang bugar pun dapat mengalami kelelahan jika kesehatan usus mereka buruk, menurut sebuah studi di Nutrients pada tahun 2022.

    Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui hubungan pasti antara kelelahan dan mikrobioma.

    7. Sakit perut

    Meskipun sakit perut dapat disebabkan oleh berbagai hal, sering kali hal ini merupakan indikator yang jelas bahwa bakteri jahat mulai berkembang biak di usus Anda. Orang dengan gangguan gastrointestinal fungsional seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan dispepsia fungsional (FD) sering mengalami sakit perut dan mikrobioma yang tidak teratur mungkin menjadi penyebabnya.

    8. Berat badan bertambah

    Usus yang tidak sehat mendorong kenaikan berat badan. Penelitian tahun 2020 dalam Nutrisi Pencegahan dan Ilmu Pangan melaporkan bahwa mikrobioma berdampak pada metabolisme nutrisi dan pengeluaran energi dua komponen utama pengelolaan berat badan.

    Di sisi lain, koloni usus yang sehat dan beragam dikaitkan dengan penurunan berat badan.

    9. Kembung

    Meskipun perut kembung sebenarnya merupakan ekspresi normal dari saluran pencernaan yang sehat. Namun, ini tidak normal jika Anda merasa kembung terus-menerus.

    Kembung yang berlebihan bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan (SIBO) atau IBS. Jika perut Anda sering terasa kembung, mungkin inilah saatnya menemui dokter untuk menjaga kesehatan usus Anda.

    10. Kurang Tidur

    Kurang tidur dapat berdampak negatif pada mikrobioma yang pada gilirannya menyebabkan kurang tidur yang lebih parah. 

    Orang yang tidurnya lebih nyenyak cenderung memiliki keragaman mikrobioma yang lebih besar. Menciptakan rutinitas kebersihan tidur yang sehat tidak hanya dapat membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih baik tetapi juga meningkatkan kesehatan usus Anda.



    Artikel Selanjutnya


    Studi Ungkap 8 Cara Mudah Memperpanjang Umur hingga 24 Tahun

    (hsy/hsy)


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.