Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Waspada, Puncak Gelombang Baru Covid-19 Singapura Terjadi Bulan Juni
    Inspiring You

    Waspada, Puncak Gelombang Baru Covid-19 Singapura Terjadi Bulan Juni

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Mei 2024Updated:20 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Singapura, Ong Ye Kung mengungkapkan bahwa Negeri Singa menghadapi gelombang baru Covid-19. Menurut Ong, hal ini ditandai dengan kenaikan kasus yang meroket dalam dua minggu terakhir.

    Melansir dari The Strait Times, Pemerintah Singapura mencatat bahwa ada 25.900 kasus Covid-19 baru pada 5-11 Mei 2024. Adapun, rata-rata jumlah rawat inap meningkat menjadi sekitar 250. Pada pekan sebelumnya, jumlah kasus Covid-19 di negara tetangga RI itu adalah 13.700 kasus dengan 181 pasien yang dirawat inap.

    Ong memperkirakan bahwa puncak gelombang baru Covid-19 di Singapura akan terjadi pada pertengahan atau akhir Juni mendatang.

    “Kita berada di awal gelombang di mana gelombang ini terus meningkat. Jadi, menurut saya gelombang ini akan mencapai puncaknya dalam dua hingga empat minggu ke depan yang berarti antara pertengahan dan akhir Juni,” kata Ong, dikutip Senin (20/5/2024).

    Ong mengaku, Singapura masih mampu menangani 500 pasien jika lonjakan kasus di negaranya naik dua kali lipat. Namun, hal ini dapat menjadi “beban” bagi sistem rumah sakit jika jumlah kasus mencapai 1.000 pasien.

    Oleh sebab itu, Ong meminta masyarakat dengan risiko tinggi, seperti pengidap komorbid, berusia di atas 60 tahun, rentan secara medis, hingga berisiko terkena penyakit parah untuk menerima dosis tambahan vaksin Covid-19 jika belum melakukannya pada 12 bulan terakhir.

    Meskipun demikian, ia mengaku bahwa untuk saat ini pihaknya tak berencana untuk melakukan pembatasan sosial dalam bentuk apa pun atau tindakan wajib lainnya. Sebab, Covid-19 telah dianggap sebagai penyakit endemik di Singapura.

    Ong mengatakan bahwa dengan Singapura sebagai pusat transportasi dan komunikasi, kota ini akan menjadi salah satu kota yang terkena gelombang Covid-19 lebih awal jika dibandingkan kota lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Artikel Selanjutnya


    Menkes Benarkan Covid-19 RI Naik Lagi, Ada 2.800 Kasus/Minggu

    (Sumber: CNBC.com )


    Inspirasi Kamu Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.