Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diambilalih Robot, Puluhan Juta Orang ‘Nganggur’ di 2030?
    Insight News

    Diambilalih Robot, Puluhan Juta Orang ‘Nganggur’ di 2030?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2021Updated:28 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Robot disebut akan mengambilalih sejumlah pekerjaan manusia. Bahkan tahun 2030 mendatang hal ini membuat ada banyak orang yang menganggur.

    Berdasarkan laporan BBC tahun 2019 lalu yang mengutip analisis dari Oxford Economics, pada 2030 akan ada 20 juta pekerjaan manufaktur yang dikerjakan oleh robot.

    Dalam analisa tersebut juga disebutkan, wilayah yang rentang pekerjaannya digantikan robot adalah yang memiliki keterampilan rendah, ekonomi lemah dan tingkat pengangguran lebih tinggi.

    Meski banyak ketakutan beberapa pekerjaan diambilalih robot, tidak begitu dengan CEO Bright Machines, Amar Hanspal. Menurutnya wacana tersebut sangat berlebihan.

    Ketakutan mesin akan membuat banyak orang menganggur sangat berlebihan,” kata Hanspal dalam Opini bertajuk ‘Here’s Why Robots Are Actually Going to Increase Human Employment’ yang dipublikasikan di laman Weforum, dikutip Rabu (24/11/2021).

    Otomasi sendiri akan mengerjakan tugas yang berulang, membosankan atau berbahaya, ungkapnya. Di sisi lain manusia tetap akan mengerjakan sesuatu.

    Menurut Hanspal, manusia akan mengerjakan sesuatu yang lebih menantang. Beberapa diantaranya seperti berinteraksi dengan pelanggan, mengembangkan produk serta mengelola robot itu sendiri.

    Dia menambahkan jika otomasi bahkan bisa menciptakan lebih banyak pekerjaan baru. Hanspal juga mengutip studi dari World Economics Forum, dimana akan ada penambahan 58 juta pekerjaan.

    Belum lagi otomasi diprediksi bisa menambah pendapatan negara. Diungkapkan Manajemen Investasi ARK, diperkirakan PDB Amerika Serikat (AS) dalam lima tahun ke depan akan bertambah 5% atau US$1,2 triliun.

    Kejadian yang sama sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya. Yakni saat spreadsheet dan software pembukuan mulai hadir pada pekerjaan akuntan.

    Hal ini nyatanya tidak membuat para akuntan kehilangan pekerjaannya. “Yang terjadi sebaliknya: lapangan berkembang secara dramatis. Pada tahun 1979 ada 299 ribu orang bekerja sebagai akuntan, pembukuan, atau auditor. Intuit meluncurkan software keuangan 1983, Microsoft Excel debut 1986,” kata dia.

    “Artinya semua orang bisa membuat laporan keuangan dan pajak sendiri bukan? Tentunya tidak! Pada 1989, beberapa tahun setelah Excel diperkenalkan, akunting adalah salah satu industri yang berkembang dengan cepat di negara ini, dengan 524 ribu orang pekerja”.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.