Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»10 Negara dengan Cuti Melahirkan Terlama di Dunia, Maaf RI Tak Masuk
    Inspiring You

    10 Negara dengan Cuti Melahirkan Terlama di Dunia, Maaf RI Tak Masuk

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Juni 2024Updated:6 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Cuti melahirkan merupakan hak yang harus didapatkan bagi pekerja perempuan. Cuti ini diberikan untuk menjaga kondisi sang ibu dan merawat bayi.

    Isu cuti hamil kembali menjadi topik hangat setelah DPR RI resmi mengesahkan Undang-Undang Kesetaraan Ibu dan Anak (UU KIA) dalam rapat paripurna pada Selasa (4/6/2024) kemarin. UU baru tersebut salah satunya menjamin para ibu pekerja mendapatkan cuti melahirkan hingga enam bulan.

    Ini merupakan sebuah terobosan besar karena sebelumnya durasi cuti melahirkan yang dijamin UU hanya tiga bulan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski kini para ibu pekerja di Indonesia berhak mendapat masa cuti melahirkan selama 6 bulan, durasi itu masih kalah dibanding sejumlah negara lain yang di antaranya memberikan cuti hingga lebih dari satu tahun.

    10 daftar negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dengan durasi cuti melahirkan terlama.

    1. Finlandia (161 minggu)

    2. Hungaria (160 minggu)

    3. Turki (58,6 minggu)

    4. Jerman (58 minggu)

    5. Jepang (58 minggu)

    6. Swedia (55,7 minggu)

    7. Kanada (51 minggu)

    8. Denmark (50 minggu)

    9. Prancis (42 minggu)

    10. Inggris (39 minggu)

    Dampak Cuti Melahirkan Terhadap Keluarga

    Menurut laporan The Conversation, peneliti menemukan dan yakin bahwa cuti keluarga berbayar dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan para karyawan beserta keluarganya. Sedangkan, orang tua yang tidak mendapatkan cuti berbayar, terutama setelah melahirkan, cenderung mengalami depresi, kesepian, dan stres.

    Sejumlah pakar mengatakan bahwa kurangnya dukungan pemerintah dalam membesarkan anak dapat menyebabkan “kesenjangan kebahagiaan” bagi masyarakatnya.

    “Cuti keluarga berbayar setidaknya satu bulan dapat membantu orang tua mengembangkan hubungan keluarga yang lebih memuaskan,” ujar sejumlah ahli.

    Berdasarkan penelitian terhadap 27 negara, The Conversation menemukan bahwa orang tua di negara dengan “jaringan keselamatan” yang rendah cenderung kurang bahagia.

    Sebaliknya, negara dengan pemerintah yang memberikan dukungan berupa cuti keluarga, seperti cuti melahirkan yang lama justru lebih bahagia dan sejahtera.

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.