Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Daftar 5 Kelompok Berisiko yang Bakal Diberi Vaksin Mpox Duluan
    Inspiring You

    Daftar 5 Kelompok Berisiko yang Bakal Diberi Vaksin Mpox Duluan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman29 Agustus 2024Updated:29 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa pihaknya akan mulai melakukan sejumlah “jurus” untuk mengantisipasi penyebaran penyakit cacar monyet (Mpox) di Indonesia, salah satunya adalah pemberian vaksin terhadap sejumlah kelompok.

    Mengutip dari laman resmi, Kemenkes RI menegaskan bahwa pemberian vaksin Mpox di Indonesia akan difokuskan untuk kelompok berisiko tinggi sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), individu yang memiliki riwayat kontak dengan penderita, hingga petugas laboratorium.

    “Sampai saat ini, anak-anak tidak termasuk dalam sasaran yang akan diberikan vaksin Mpox. Namun, petugas kesehatan yang melakukan penanganan kasus Mpox akan diberikan [vaksin] untuk memberi perlindungan dari tertularnya infeksi virus Mpox,” jelas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, dikutip Kamis (29/8/2024).

    dr. Prima menjelaskan bahwa pemberian vaksin dan vaksinasi Mpox di Indonesia bersifat untuk mencegah munculnya gejala atau meminimalisir tingkat keparahan penyakit. Ia mengatakan, salah satu kriteria penerima vaksin Mpox adalah memiliki riwayat kontak dengan penderita Mpox.

    Berikut daftar kelompok risiko tinggi yang ditargetkan menerima vaksin Mpox di Indonesia.

    1. Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL)

    2. Pasangan Seks Multiple alias orang yang berganti-ganti pasangan seks

    3. Individu yang memiliki riwayat kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir

    4. Petugas laboratorium pemeriksa spesimen Mpox

    5. Petugas kesehatan yang menangani pasien Mpox

    Kemenkes RI menyebutkan, jenis vaksin Mpox yang akan diberikan kepada kelompok risiko tinggi di Indonesia tersebut adalah golongan Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN). MVA-BN merupakan vaksin turunan smallpox generasi ke-3 yang bersifat non-replicating dan telah memperoleh rekomendasi WHO untuk digunakan saat wabah Mpox.

    Sebagai informasi, Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintah ingin mendatangkan 1.600 dosis vaksin virus Mpox dari luar negeri. Sebelumnya, RII sempat mendatangkan 1.000 dosis vaksin pada 2022 lalu dari Denmark saat WHO meningkatkan status pandemi terkait penyakit ini.

    “Ini kita datangkan 1.600 yang baru, harusnya minggu ini datang, dari Denmark,” kata Budi Gunadi usai Rapat Terbatas mengenai penyebaran virus Mpox di Istana Negara, Selasa (27/8/2024) lalu.

    Menteri yang akrab disapa BGS ini mengatakan, harga pembelian pembelian vaksin dari Denmark yang dilakukan mencapai Rp3,5 juta untuk satu dosis. Dengan demikian, pemerintah menggelontorkan biaya sebesar Rp5,6 miliar untuk 1.600 dosis.

    Sebagai informasi, menurut laporan “Perkembangan Situasi Penyakit Infeksi Emerging Minggu Epidemiologi ke-33 Tahun 2024 periode 11-17 Agustus 2024,” jumlah kasus konfirmasi Mpox di Indonesia sepanjang 2022-2024 adalah sebanyak 88 kasus. Adapun, jumlah tersebut tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Industri Kosmetik Lokal, BPOM Siap Lakukan Ini





    Next Article



    WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global



    Ide Sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.