Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ini Tanda-Tanda Seseorang Sudah Tertular Virus Mpox
    Inspiring You

    Ini Tanda-Tanda Seseorang Sudah Tertular Virus Mpox

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman29 Agustus 2024Updated:29 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Mpox, atau yang dulu dikenal dengan monkeypox (cacar monyet), telah menjadi ancaman kesehatan global baru. Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa virus Mpox bermutasi lebih cepat daripada yang diperkirakan. 

    Mpox merupakan penyakit zoonosis, yang berarti penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia. Meskipun MPXV (virus penyebab Mpox) pertama kali ditemukan pada monyet yang dipelihara untuk penelitian di Kongi, mereka bukanlah reservoir utama atau satu-satunya virus tersebut. Hewan pengerat, termasuk bajing dan tikus kantong Gambia, diyakini sebagai reservoir MPXV.

    Lalu, apa tanda-tanda seseorang sudah tertular Mpox?

    Perlu diketahui, Mpox terutama menyebar melalui kontak langsung dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh penderita. Virus ini juga dapat menyebar secara kongenital, atau dengan menggunakan benda dan permukaan yang telah digunakan oleh penderita. Namun, bersenggolan dengan seseorang atau mencoba pakaian di toko memiliki risiko yang rendah.

    Pada Mpox, perlu waktu hingga 3 minggu setelah terpapar MPXV untuk timbulnya gejala. Meskipun bervariasi pada setiap kasus, gejalanya mungkin mirip dengan gejala COVID-19 selama tahap awal infeksi (misalnya, demam, sakit kepala, menggigil).

    Secara klinis, Mpox berbeda dari COVID-19 karena ditandai dengan munculnya ruam, yang dapat terasa nyeri dan gatal, dan cenderung menyebar ke wajah dan alat kelamin.

    Tingkat keparahan Mpox juga bergantung usia (anak kecil lebih mungkin mengalami penyakit parah), akses ke perawatan medis dan vaksin, serta status kesehatan (misalnya, orang dengan HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena Mpox parah).

    Hingga saat ini, satu-satunya alat diagnosis Mpox adalah pengujian konfirmasi melalui PCR cairan dari pustula atau kerak kering dari lesi berkeropeng. Sampel harus dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Tak seperti Covid, saat ini tidak ada pilihan untuk pengujian di rumah.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Industri Kosmetik Lokal, BPOM Siap Lakukan Ini





    Next Article



    7 Tanda & Gejala Infeksi Virus Mpox yang Bisa Berakibat Fatal



    Ide Sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.