Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bukan IQ Tinggi, Ternyata ini Faktor Penentu Kesuksesan Anak
    Inspiring You

    Bukan IQ Tinggi, Ternyata ini Faktor Penentu Kesuksesan Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 September 2024Updated:13 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Setiap orang tua tentunya memiliki harapan kepada anak-anaknya agar menjadi sukses di masa depan. Tidak heran, berbagai pendidikan, baik formal dan informal pun diberikan orang tua sejak kecil demi memberi bekal untuk kesuksesan mereka.

    Namun ternyata, segala hal tentang kepintaran dan kecerdasan pada anak tidak selalu bergantung pada skor Intelligence Quotient atau IQ. Michele Borba, seorang psikolog anak dan penulis buku psikologis menyebut bahwa ketekunan adalah faktor penentu kesuksesan sang anak.

    Menurut Borba, ketekunan adalah soft skill yang memisahkan anak-anak yang memiliki motivasi tinggi dengan mereka yang mudah menyerah. Berdasarkan penelitian Borba, anak-anak yang memiliki ketekunan dan tidak mudah menyerah memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil baik.

    Dengan demikian, anak tetap termotivasi untuk bekerja keras dan menyelesaikan apa yang mereka mulai, walaupun ada banyak kendala dalam prosesnya.

    “Saya menemukan bahwa ketekunan adalah soft skill. Nomor 1 yang membedakan anak-anak yang memiliki motivasi tinggi dengan mereka yang mudah menyerah,” ujarnya, pada CNBC Internasional.

    Bagaimana mengajarkan ketekunan kepada anak sejak dini?
    Sebuah studi oleh Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa anak-anak berusia 15 bulan dapat mempelajari ketekunan jika orang tua mereka mencontohkan perilaku tersebut.

    Para peneliti menemukan anak-anak yang melihat orang dewasa berjuang untuk mencapai tujuan, berusaha lebih keras menyelesaikan tugas sulit mereka sendiri. Hal itu bila dibandingkan dengan anak-anak yang melihat orang dewasa berhasil dengan mudah.

    Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak dapat belajar pentingnya berusaha setelah melihat hanya dua contoh orang dewasa yang berjuang keras.

    Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua menurut Michele, misalnya tidak memberikan tekanan kepada anak untuk selalu berhasil, selalu mengapresiasi usaha yang dilakukan anak (berfokus pada proses, bukan hasil akhir), beri anak pemahaman bahwa kesuksesan hanya bersifat sementara, dan selalu pahami tingkat kemampuan anak.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Laju Bisnis Body Cara Saat Daya Beli Warga RI Melemah





    Next Article



    Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu atau Ayah? Ini Risetnya



    Inspirasi Kamu Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.