Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»‘Work-Life Balance’ Bisa Jadi Bumerang, Profesor Harvard Sarankan Ini
    Inspiring You

    ‘Work-Life Balance’ Bisa Jadi Bumerang, Profesor Harvard Sarankan Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 September 2024Updated:22 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    JakartaDexpert.co.id – Mengejar keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan atau akrab disebut work–life balance secara terus-menerus memang mengagumkan, tetapi bisa jadi menakutkan. Untungnya, kini ada pandangan baru yang menawarkan cara hidup yang lebih realistis dan dapat dicapai.

    Seorang profesor teknik biomedis di Sekolah Kedokteran Harvard dan MIT, Jeff Karp menggunakan latar belakang ilmiahnya untuk menyamakan gerakan maju mundur pendulum dengan pasang surut kehidupan sehari-hari.

    Dalam bukunya, Life Ignition Tools (LIT), Karp mendorong para pembaca untuk menggunakan alam sebagai pedoman dalam menciptakan ide dan bertindak. Salah satu alat yang ia sarankan adalah mengikuti “gaya hidup pendulum”.

    “Kami mendengar hal-hal ini dari orang lain, [seperti] kepercayaan dalam proses [dan] keseimbangan sangatlah penting, kami membutuhkan lebih banyak keseimbangan, itu adalah tujuan akhir,” tutur Karp kepada CNBC Make It, dikutip Minggu (22/9/2024).

    “Hal ini akhirnya menjadi sangat membuat frustrasi dan dapat menyebabkan kecemasan, karena kita terus-menerus merasa tidak seimbang. Ada kondisi yang seharusnya kita alami [dan] kita tidak pernah berada dalam kondisi itu,” sambungnya.

    Karp menyadari dalam hidupnya sendiri, bahkan ketika mencoba yang terbaik, ia memiliki keseimbangan hidup yang tidak selalu berkelanjutan.

    “Saya menyadari bahwa jika kita mulai melihat segala sesuatu dalam hidup, seperti tingkat energi kita, motivasi kita, rasa lapar kita, tidur kita, seperti semuanya berada pada bandul, dan Anda mulai melangkah mundur dan memvisualisasikannya, saya pikir itu bisa sangat memberdayakan,” katanya.

    “Seperti bandul, [ada] ritme alami dalam hidup,” imbuh dia.

    Untuk itu, Karp membagikan beberapa cara praktis yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan pasang surut kehidupan demi keseimbangan.

    5 Cara untuk Mempraktikkan Gaya Hidup Pendulum

    Baik kualitas tidur Anda yang berubah atau tingkat energi Anda yang perlu ditingkatkan, saat pendulum berayun ke arah yang tidak Anda sukai, Karp menyarankan agar Anda bersabar dengan diri Anda sendiri.

    “Mulailah alihkan fokus Anda dari ekspektasi untuk mencapai tujuan dan alihkan lebih ke langkah yang sangat sederhana dan tunggal yang dapat Anda ambil untuk sekadar menggerakkan sesuatu kembali ke arah lain,” katanya.

    Pada saat-saat tersebut, Karp mendorong Anda untuk menganggapnya sebagai tantangan yang menyenangkan dan mencoba beberapa langkah berikut:

    Amati dengan saksama apa yang terjadi

    Perhatikan lebih dekat bagaimana praktik Anda sepanjang hari dapat memengaruhi situasi. Kemudian, buat penyesuaian positif yang dapat lebih mendukung Anda.

    Perhatikan pola energi alami Anda

    Identifikasi waktu dalam sehari, hari dalam seminggu, atau musim sepanjang tahun saat Anda memiliki tingkat energi tertinggi dan terendah. Sesuaikan jadwal Anda untuk memperhitungkan waktu-waktu tersebut guna meningkatkan produktivitas dan waktu istirahat

    Jadilah orang yang ingin tahu

    Kembangkan minat pada masa-masa sulit dan lihat apa yang dapat Anda pelajari dari masa-masa tersebut. Bersikaplah terbuka terhadap pengalaman baru yang dapat meningkatkan ketahanan Anda.

    Pahami bahwa ketika bandul berayun ke satu arah, bandul itu harus berayun kembali

    Setiap kali turun, kemungkinan besar akan naik. Ingatlah bahwa perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan.

    Lakukan pengecekan diri secara berkala

    Pikirkan tentang apa yang terjadi dalam hidup Anda dalam skala yang lebih besar yang mungkin menyebabkan Anda merasakan ketidakseimbangan. Putuskan langkah-langkah kecil apa yang akan Anda ambil untuk memperbaiki keadaan dari waktu ke waktu.

    Katakanlah masalahnya adalah Anda kurang tidur dengan kualitas yang baik. Karp mengatakan, mempraktikkan gaya hidup pendulum dapat dilakukan dengan tidur lebih awal atau melakukan peregangan beberapa menit sebelum tidur untuk merelaksasikan tubuh.

    “Perhitungkan apa yang berhasil dan apa yang menghambat [Anda],” dorongnya.

    “Kemudian pertimbangkan kemungkinan lain, cara berpikir lain, [seperti] ‘Apa langkah pertama yang bisa saya ambil?’,” sambung dia.

    (luc/luc)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hampir 20 Juta Orang Indonesia Kena Diabetes





    Next Article



    Kuliah di Harvard Harus Siap Duit Hampir Rp 1 M per Tahun



    Inspirasi Kamu Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.