Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pengertian dan Arti Jam Koma, Lagi Viral di Kalangan Gen Z
    Inspiring You

    Pengertian dan Arti Jam Koma, Lagi Viral di Kalangan Gen Z

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman25 Oktober 2024Updated:25 Oktober 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    • Penyebab Kelelahan Kognitif
    • Cara Menghindari Jam Koma

    JakartaDexpert.co.id – Istilah “jam koma Gen Z” belakangan ini menjadi viral di media sosial seperti TikTok dan X (dulu Twitter), menarik perhatian banyak orang, terutama kalangan muda.

    Istilah “jam koma Gen Z” menggambarkan keadaan ketika seseorang dari generasi tersebut mengalami kelelahan kognitif yang ekstrem setelah menjalani rutinitas harian yang intens.

    Kelelahan ini bukan hanya berdampak pada fisik tetapi juga pada fungsi kognitif, seperti kemampuan berkonsentrasi dan berpikir jernih. Akibatnya, seseorang yang mengalami “jam koma” terlihat lelah, kurang bersemangat, bahkan kadang kehilangan fokus dan sulit berinteraksi secara optimal.

    Penyebab Kelelahan Kognitif

    Kelelahan kognitif merupakan kondisi serius yang bisa berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas Anda sehari-hari. Seperti yang dijelaskan oleh Medical News Today dan dikaji oleh Psikolog Klinis Dr. Lori Lawrenz, kelelahan kognitif ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir dan berfokus.

    Kondisi ini bisa diakibatkan oleh stres, kurang tidur, atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu keseimbangan mental. Gejalanya sangat beragam, mulai dari lupa yang sering terjadi, kesalahan-kesalahan kecil yang muncul saat beraktivitas, hingga kesulitan dalam berkonsentrasi.

    Kognitif sendiri adalah kemampuan yang berperan penting dalam proses belajar, mengingat, dan memecahkan masalah. Artinya, ketika seseorang mengalami kelelahan kognitif, bukan hanya tugas-tugas kecil yang terpengaruh, tetapi juga aktivitas penting yang membutuhkan pemikiran mendalam dan konsentrasi penuh.

    Berikut adalah penyebab kelelahan kognitif menurut Psikolog David Tzall, Psy.D:

    • Kelelahan dan kurang tidur

    • Stres

    • Beban kerja mental yang berat

    • Penurunan kognitif akibat usia

    • Kondisi medis tertentu (misalnya Alzheimer, demensia, atau cedera otak)

    • Kebiasaan multitasking

    • Masalah kesehatan mental

    • Faktor lingkungan (seperti pencahayaan rendah atau kebisingan berlebih)

    • Nutrisi yang tidak memadai

    • Penggunaan zat berbahaya (seperti alkohol dan obat-obatan)

    Memahami penyebab ini dapat membantu kita menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kemampuan kognitif.

    Cara Menghindari Jam Koma

    Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari jam koma atau kelelahan kognitif menurut Konselor Marty A. Cooper, Ph.D, LMHC, NCC:

    Berhenti sejenak saat merasa lelah dan sulit berpikir

    Jika memungkinkan, hentikan aktivitas yang sedang dilakukan dan ambil waktu istirahat 5-10 menit. Meski terlihat singkat, istirahat ini dapat mengembalikan kesegaran pikiran sehingga lebih siap untuk melanjutkan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Cooper menyarankan, “Orang-orang mungkin merasa enggan untuk beristirahat karena takut terlambat, tetapi mengatasi kelelahan kognitif akan membantu mendorong pekerjaan yang lebih baik.”

    Kenali dan hindari pemicu kelelahan kognitif

    Jika kelelahan kognitif sering terjadi, penting untuk mencari tahu faktor-faktor penyebabnya. Misalnya, perhatikan area tubuh yang sering merasa tegang, seperti pelipis atau punggung, saat kelelahan melanda. Menyadari sumber ketegangan ini dapat membantu kita menghindari aktivitas yang menjadi pemicunya.

    Ambil langkah konkret untuk mencegah kelelahan kognitif

    Misalnya, matikan handphone atau jauhi sumber suara yang bising, atau hindari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menjaga fokus dan mengurangi tekanan pada pikiran.

    Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat menjaga kesehatan mental dan mencegah kelelahan kognitif agar lebih produktif sepanjang hari.

    (dag/dag)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Seruput Cuan Bisnis Kopi, Kala Dompet Kelas Menengah Susut





    Next Article



    Banyak Gen Z Nonton Konser Pakai Kartu Kredit, Ini Alasannya



    Inspirasi Kamu True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.