Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Jurus Komdigi Genjot Investasi Ekonomi Digital di Era Prabowo
    Insight News

    Ini Jurus Komdigi Genjot Investasi Ekonomi Digital di Era Prabowo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Oktober 2024Updated:30 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah punya target angka kontribusi ekonomi digital mencapai 20,2% di 2030 mendatang.

    Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong investasi di bidang ekonomi digital agar menciptakan iklim investasi yang menarik buat digitalisasi.

    Salah satu caranya dengan membuat membuat business matching antara startup dalam negeri dengan investor.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Komdigi Hokky Situngkir di CNBC Indonesia, Rabu (30/10/2024).

    “Kita juga mendorong tumbuhnya percikan-percikan investasi untuk sektor-sektor dari startup,” ujar Hokky.

    Termasuk juga, mungkin mendorong terkait hak kekayaan intelektual atau haki orang Indonesia ketika melakukan proses kreatif di industri digital.

    “Ini semua kita jalankan,” ujar Hokky.

    “Jadi, investor-investor ya, tapi kalau investor-investor, kalau pemerintah lebih ke investor-pemerintah,” imbuhnya.

    Selain itu usaha juga datang dari industri game. Menurut Hokky, industri game itu tanah air sangat luar biasa. Jika kita serius menggarapnya bisa menjadi potensi yang besar bagi negara.

    Hokky menyatakan ada tiga pilar yang disiapkan oleh pemerintah, khususnya Komdigi, untuk menunjang transformasi digital Indonesia yaitu identitas digital, pertukaran data, dan pembayaran digital.

    “Digital ID itu kan bisa dibilang sebagai identitas digital. Nanti kita punya identitas digital terpadu. Nah itu menjadi tidak perlu, karena sekarang masih banyak layanan pemerintah membutuhkan KTP fisik itu akan perlahan-lahan akan berganti menjadi digital ID, identitas digital terpadu,” katanya.

    Adapun, data exchange atau pertukaran data adalah interkoneksi yang menghubungkan berbagai layanan pemerintah.

    “Jadi usernya, pengguna layanannya itu akan saling terkoneksi. Jadi misalnya interkoneksi antara administrasi pendudukan dengan sektor keuangan atau perpajakan,” kata Hokky.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Keamanan Data Ancam Digitalisasi RI, Tim Prabowo Bisa Atasi?





    Next Article



    Potensi Besar, Tapi Ekonomi Digital RI Masih Dibayangi Tantangan Ini



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.