Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Prabowo Mau Bangun Central Kitchen untuk Makan Bergizi Gratis
    Inspiring You

    Prabowo Mau Bangun Central Kitchen untuk Makan Bergizi Gratis

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 November 2024Updated:1 November 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengungkapkan tiga metode yang akan diterapkan untuk penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Apa saja?

    Dadan mengatakan, metode pertama yang telah disiapkan oleh BGN dalam pendistribusian MBG adalah membangun central kitchen atau dapur terpusat. Ia menyebut, central kitchen tersebut akan dibangun secara merata di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap.

    “Kami akan tempatkan di setiap daerah di mana [jumlah] anak-anak itu banyak, Lalu untuk awal ini kita tempatkan menyebar di seluruh Indonesia,” kata Dadan usai rapat kerja (raker) dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10/2024).

    “Kalau total nanti sudah anggarannya cukup maka ini akan menyebar dari Sabang sampai Merauke, baik itu di kota maupun di desa,” lanjutnya.

    Dadan mengungkapkan, central kitchen itu pertama akan difokuskan di wilayah yang tercatat banyak dihuni oleh anak-anak alias target penerima program MBG. Adapun, BGN akan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk mengetahui jumlah anak di suatu wilayah.

    Secara rinci, Dadan menjelaskan bahwa central kitchen akan didirikan di wilayah yang memiliki minimal total 3.000 anak per lokasi berdasarkan data AI. Saat ini, Dadan mengklaim bahwa BGN telah mengetahui wilayah-wilayah yang dimaksud.

    Selain memanfaatkan AI, Dadan menyebut bahwa BGN akan mengunjungi setiap rumah untuk mendata jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bayi lima tahun (balita). Sebab, ketiga kelompok tersebut tak dapat didata oleh AI.

    “Kemudian nanti kami akan tambahkan dengan berapa ibu hamil, berapa ibu menyusui, dan anak balita karena data itu tidak bisa diperoleh dari AI. Makanya harus kami data di lokasi,” jelas Dadan.

    “Jadi begitu satuan pelayanan (central kitchen) berdiri di satu lokasi maka kami akan datangi rumah per rumah untuk mengetahui apakah ada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Jadi kami tidak membuka pendaftaran, tapi mendatangi langsung masyarakat,” lanjutnya.

    Metode kedua, BGN akan menempatkan central kitchen di sekolah atau pesantren yang memiliki minimal 2.000 orang siswa atau santri. Terakhir, BGN juga akan mendistribusikan makanan kemasan vakum kepada penerima MBG.

    “Kami akan layani daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau dalam waktu setengah jam. Bahkan ada daerah-daerah barangkali nanti yang harus dijangkau dalam satu hari,” beber Dadan saat raker dengan Komisi IX berlangsung.

    “Nanti akan kami pikirkan menggunakan makanan yang sekarang itu sudah berkembang dengan vakum yang bisa tahan selama satu tahun sehingga kami bisa kirim sekali pengiriman dalam waktu satu minggu atau satu bulan dengan variasinya menu,” sambungnya.

    Sebagai informasi, BGN akan melakukan uji coba MBG di 100 titik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke pada akhir 2024. Namun dalam uji coba tersebut, Pulau Jawa akan menjadi prioritas.

    Saat ini, BGN telah mendapatkan komitmen anggaran untuk dana operasional serta dana untuk pilot project dari Direktorat Jenderan Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI).

    “Kami pada 2024, meskipun baru Alhamdulillah sudah mendapatkan komitmen mendapatkan dana operasional serta dana piloting yang akan diberikan oleh Dirjen Anggaran,” pungkas Dadan.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Bank Mega Gelar ‘Fun Walk 5K Like A Billionaire’

    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.