Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Terungkap Alasan Pesawat Dilarang Melintasi Dataran Tinggi di Tibet
    Inspiring You

    Terungkap Alasan Pesawat Dilarang Melintasi Dataran Tinggi di Tibet

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 November 2024Updated:4 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Dataran Tinggi Tibet yang terletak di bagian Barat China adalah dataran tertinggi di dunia yang menawarkan pemandangan super indah. Namun, “Atap Dunia” ini ternyata dihindari sebagai jalur penerbangan. Apa alasannya?

    Melansir dari Travel Leisure, ada beberapa alasan mengapa Dataran Tinggi Tibet dihindari pesawat komersial sebagai jalur penerbangan, yakni luas wilayah, ketinggian, dan risiko turbulensi. Berikut ulasan lengkapnya.

    1. Luas Wilayah
    NASA dan Survei Geologi Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Dataran Tinggi Tibet memiliki wilayah seluas 465 ribu mil persegi atau sekitar 1.204.344 kilometer persegi. Luas jutaan kilometer itu disebut empat kali lipat lebih besar daripada Texas.

    Sayangnya, Dataran Tinggi Tibet tidak memiliki tempat pendaratan darurat di tengah luasnya wilayah ktu. Akibatnya, risiko kecelakaan jika melintas di Dataran Tinggi Tibet bisa semakin tinggi jika terjadi masalah yang memerlukan pendaratan darurat.

    2. Tinggi Pegunungan
    Dataran Tinggi Tibet mencakup sejumlah pegunungan besar, termasuk Himalaya dan rumah bagi gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest. Dilaporkan, wilayah ini merupakan salah satu yang tertinggi di dunia, yakni dengan ketinggian rata-rata sekitar 14.800 kaki.

    Meskipun pesawat kerap terbang di atas 30 ribu kaki alias melebihi ketinggian Dataran Tinggi Tibet, kawasan ini tetap tak bisa dilewati dengan alasan tingkat oksigen.

    “Jika sebuah pesawat mengalami dekompresi pada ketinggian jelajah, masker oksigen akan terbuka dan pesawat akan turun dengan cepat ke ketinggian dengan lebih banyak oksigen, idealnya di bawah 10 ribu kaki,” tulis laporan Travel Leisure, dikutip Senin (4/11/2024).

    Selain itu, pegunungan juga paling berpotensi menciptakan risiko turbulensi sehingga dapat mengganggu kenyamanan penumpang. Maka dari itu, Dataran Tinggi Tibet “dihapuskan” dari jalur penerbangan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Banjir Kosmetik Impor di Indonesia, Gara-Gara Regulasi?





    Next Article



    Terungkap, Ini Alasan Pesawat Didominasi Cat Warna Putih



    Inspirasi Kamu Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.