Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cerita Mencekam Menteri Meutya saat Kantor Dimasuki 50 Polisi
    Insight News

    Cerita Mencekam Menteri Meutya saat Kantor Dimasuki 50 Polisi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2024Updated:5 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menceritakan tentang suasana mencekam saat pengeledahan Kantor Komdigi terkait kasus judi online yang melibatkan 11 oknum pegawai Komdigi.

    Hal tersebut ia sampaikan saat Rapat Kerja perdana dengan Komisi I DPR RI, Selasa (5/11/2024).

    Awalnya Meutya mengatakan bahwa kasus judi online yang menyeret pegawai Komdigi merupakan pil pahit bagi kementerian yang baru ia pimpin.

    Kemudian ia menjelaskan suasana mencekam ketika Polda Metro Jaya menggeledah kantor Komdigi. Menurut Meutya, jumlah polisi yang datang cukup banyak sekitar 40-50 orang.

    “Jadi di dalam itu suasananya mencekam pasti, Pak,” ujar Meutya sambil melempar senyum kepada Anggota Komisi I DPR RI.

    Namun ia menyatakan komitmen bahwa Komdigi akan terbuka dan sudah terbuka terhadap seluruh upaya pengembangan penyidikan.

    “Berapa kalipun kepolisian harus datang, berapa lama pun mereka harus datang dan meneliti di kantor kami. Sebagai bentuk pertanggung jawaban kami, kami membuka pintu selebar-lebarnya,” ujar Meutya.

    Mantan Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024 itu telah membuat surat instruksi kepada seluruh pegawai Komdigi untuk memberikan dukungan kepada aparar hukum agar dapat mencapai keterangberangan proses penyidikan.

    Kemudian ia menyabut telah menonaktifkan 11 nama yang memang sudah terverifikasi telribat dengan kasus judi online.

    “Dari nama-nama yang sebetulnya ditahan polisi kami tidak tahu persis namanya karena hanya nama singkatan, yang mengetahui sebenarnya pihak kepolisian,” katanya.

    “Jadi kami harus verifikasi dulu. Sehingga untuk saat ini masih 11 namun demikian tidak menutup kemungkinan penonaktifan akan bertambah,” imbuhnya.

    Nanti, ketika surat penahan sudah resmi keluar, pihak Komdigi baru dapat melakukan pemberhentian sementara dari PNS.

    Setelah itu, dalam upaya menghormati asas praduga tak bersala pemecatan baru akan dilakukan kalau proses hukumnya yang sudah intrah. Dan pemecatan akan dilakukan secara tidak hormat.

    “Sekali lagi ini pil pahit. Tapi kita harus lakukan dalam bentuk ketegasan kami untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan di internal kami.” pungkasnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Meutya Hafid Dilantik, Kominfo Jadi Kementerian Komunikasi & Digital





    Next Article



    Ini Harapan Telkomsl untuk Menkomdigi Meutya Hafid



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.