Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bunuh Diri Paling Sering Terjadi Hari Senin, Alasannya Miris
    Inspiring You

    Bunuh Diri Paling Sering Terjadi Hari Senin, Alasannya Miris

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 November 2024Updated:16 November 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Kebanyakan kasus meninggal akibat bunuh diri terjadi pada hari Senin ketimbang hari lainnya. Hal ini terungkap dari studi analisis global selama hampir 4 dekade.

    Selain itu, risiko bunuh diri juga meningkat pada Hari Tahun Baru, dilansir dari Euronews, Sabtu (16/11/2024).

    Meskipun semua negara menunjukkan risiko bunuh diri mencapai puncaknya pada hari Senin, tetapi ada perbedaan regional di seluruh dunia.

    Menurut penelitian yang diterbitkan BMJ yang menganalisis 1,7 juta kasus bunuh diri di 26 negara sepanjang 1971 hingga 2019 itu, kasus mengakhiri hidup di negara-negara Amerika Utara; Asia; dan Eropa jarang terjadi pada akhir pekan.

    Sebaliknya, kasus bunuh diri saat akhir pekan justru meningkat di Amerika Selatan dan Tengah; Finlandia; dan Afrika Selatan.

    Sementara itu, negara-negara Eropa yang termasuk ke dalam penelitian ini adalah Republik Ceko, Estonia, Finlandia, Jerman, Italia, Rumania, Spanyol, Swiss, dan Britania Raya.

    Masih belum dapat dijelaskan terkait apa hal yang mendorong tren ini. Namun, penulis penelitian mengatakan bahwa peningkatan tekanan kerja pada awal pekan, konsumsi alkohol selama akhir pekan, dan isolasi sosial di sekitar hari libur, terutama bagi laki-laki dapat menjadi faktor.

    Asisten profesor psikologi sosial di University of Nottingham, Brian O’Shea menjelaskan bahwa peningkatan risiko bunuh diri saat Tahun Baru sebagian disebabkan oleh rasa takut atau cemas yang terkadang menyertai mabuk.

    “Mungkin hal yang paling logis adalah orang minum lebih banyak dari biasanya pada Tahun Baru. Jika Anda sudah menghadapi beberapa tekanan emosional dan juga penarikan fisiologis dari alkohol, itu dapat bertambah parah dan berpotensi mendorong Anda melewati batas,” kata O’Shea.

    “Risiko tersebut bisa sangat serius bagi laki-laki yang cenderung minum lebih banyak dan memiliki jaringan sosial yang lebih lemah daripada perempuan,” tambahnya.

    Tingkat risiko bunuh diri pada Hari Tahun Baru juga bergantung pada setiap negara dengan tingkat risiko terlemah di Jepang dan terkuat di Chili.

    Para peneliti juga meneliti dampak Hari Tahun Baru Imlek di China, Korea Selatan, dan Taiwan. Hasilnya, risiko bunuh diri hanya turun di Korea Selatan pada tanggal tersebut.

    Hingga kini, tidak ada kesimpulan global untuk risiko bunuh diri pada Hari Natal. Angka bunuh diri pada Hari Natal biasanya meningkat di negara-negara Amerika Tengah dan Selatan serta Afrika Selatan. Namun, menurun di negara-negara Amerika Utara dan Eropa.

    Angka bunuh diri umumnya sedikit menurun pada hari libur nasional lainnya, meskipun terkadang meningkat saat satu atau dua hari kemudian.

    Para penulis studi mengatakan, ikatan keluarga dan sosial yang lebih kuat dapat membantu menjelaskan risiko bunuh diri yang lebih rendah pada sekitar hari libur, tetapi diperlukan lebih banyak studi karena tingkat bunuh diri sangat berbeda di antara negara-negara tersebut.

    Faktor-faktor yang Memengaruhi Risiko Bunuh Diri

    Psikolog klinis dan peneliti pencegahan bunuh diri di Paracelcus Medical University Austria, Martin Ploderl menjelaskan bahwa faktor-faktor, seperti alkohol, isolasi, dan stres kerja juga bisa kurang atau lebih penting di negara tertentu berdasarkan keyakinan agama, waktu hari libur besar, dan harapan seputar keseimbangan kehidupan kerja.

    “Kita perlu mencermati lebih dekat faktor-faktor sosial-budaya yang berbeda di berbagai wilayah,” kata Ploderl.

    Sebelumnya, ia mengidentifikasi tren serupa di Austria. Hasilnya, ia menemukan bahwa tingkat bunuh diri meningkat pada hari Senin, selama musim semi dan panas, dan setelah hari libur besar.

    Namun, tren bunuh diri menurun pada akhir pekan dan Desember, turun ke level terendah pada Natal sebelum mencapai puncaknya pada Hari Tahun Baru.

    “Studi baru ini merupakan salah satu yang pertama yang mengambil perspektif global tentang masalah ini,” ujar Ploderl.

    Secara keseluruhan, ia mengatakan temuan pada hari kerja mungkin tidak akan terlalu relevan bagi dokter kesehatan mental dan program pencegahan bunuh diri, tetapi memahami hari libur mana yang berisiko lebih tinggi untuk bunuh diri dapat membantu mereka menyesuaikan layanan.

    Sementara itu, O’Shea mengatakan hasil tersebut dapat memperkuat argumen untuk menambah staf hotline pencegahan bunuh diri dan sumber daya darurat lainnya pada sekitar periode berisiko tinggi, seperti Hari Tahun Baru.

    “Jika kita mengetahui hal ini di tingkat epidemiologi atau populasi, itu berarti kita dapat menyediakan sumber daya untuk menyediakan dukungan yang mungkin dibutuhkan orang,” kata O’Shea.

    “Itu dapat membantu mengurangi kematian [akibat bunuh diri],” pungkasnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Timnas Indonesia Siap Hadapi Laga Lawan Timnas Jepang





    Next Article



    Bali Catatkan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Indonesia, Ada Apa?



    Berani sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.