Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Masalah, Harga Induk TikTok Ternyata Segini
    Insight News

    Banyak Masalah, Harga Induk TikTok Ternyata Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 November 2024Updated:18 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Induk TikTok asal China, ByteDance, mengklaim valuasi perusahaan mencapai US$300 miliar atau setara Rp 4.753 triliun. Baru-baru ini, ByteDance dilaporkan mendekati para investor untuk melancarkan program pembelian kembali saham (buyback), menurut dua orang yang familiar dengan hal tersebut dan sebuah dokumen yang dilihat Reuters.

    ByteDance menghubungi para investor dalam beberapa pekan terakhir. Raksasa China itu menawarkan harga buyback US$180,70 per lembar saham, kata sumber dalam

    Harga tawaran itu meningkat 12,9% dibandingkan harga per lembar US$160 pada program buyback sebelumnya, dikutip dari Reuters, Senin (18/11/2024).

    Kabar soal valuasi ByteDance dilaporkan pertama kali oleh Wall Street Journal.

    ByteDance belum memiliki rencana IPO dalam waktu dekat, menurut salah satu sumber. Ia mengatakan program buyback merupakan langkah untuk meningkatkan likuiditas ByteDance.

    Ini merupakan program buyback ketiga yang dilakukan ByteDance. Sebelumnya, buyback sudah dilakukan sejak 2022 silam.

    Pada Desember 2023, ByteDance menawarkan buyback saham senilai US$5 miliar dari investor pada harga US$160 per lembar. Hal tersebut membuat perkiraan valuasi ByteDance mencapai US$268 juta.

    Program buyback ini digencarkan di tengah masalah bertubi-tubi yang dihadapi ByteDance dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Belum jelas juga apakah ByteDance akan menghadapi tekanan lebih besar dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

    Pendapatan ByteDance pada tahun lalu naik 30% menjadi US$110 miliar, meski menghadapi gugatan hukum dari AS. ByteDance diminta melakukan divestasi terhadap TikTok, atau layanan tersebut diblokir secara nasional dan permanen.

    Kebijakan yang diteken Presiden AS Joe Biden pada 24 April 2024 lalu memberikan waktu kepada ByteDance hingga 19 Januari 2025 untuk menjual TikTok.

    Gedung Putih mengatakan ingin melepas kepemilikan TikTok dari entitas dari China untuk menghindari adanya risiko terhadap keamanan nasional.

    Selain itu, TikTok juga menghadapi perlawanan dari beberapa negara terkait dampaknya bagi kesehatan mental generasi muda.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kesiapan Industri Telco Dukung Ambisi Digitalisasi Era Prabowo


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.