Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bali Masuk Daftar Destinasi Wisata yang Tak Direkomendasikan, Kenapa?
    Inspiring You

    Bali Masuk Daftar Destinasi Wisata yang Tak Direkomendasikan, Kenapa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 November 2024Updated:22 November 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Bali menjadi salah satu destinasi di dunia yang tidak direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan pada 2025 mendatang. Apa alasannya?

    Melansir dari The Independent, situs penyedia panduan perjalanan, Fodor resmi merilis daftar destinasi yang wajib dipertimbangkan ulang sebelum dikunjungi pada 2025. Dalam daftar tersebut, Bali menjadi destinasi nomor satu yang direkomendasikan untuk tidak dikunjungi pada tahun depan.

    Menurut Fodor, Bali menjadi destinasi nomor satu yang wajib dipertimbangkan untuk dikunjungi pada 2025 karena telah menciptakan “kiamat plastik” yang menyeramkan. Hal ini disebut salah satunya akibat overtourism atau dikunjungi turis melebihi kapasitas.

    Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 lalu Bali telah dikunjungi oleh 5,2 juta wisatawan mancanegara (wisman). Laporan The Independent menyebutkan bahwa jumlah tersebut turut menyumbang hampir 303 ribu ton sampah plastik di Pulau Dewata.

    “Pantai-pantai Bali yang dulunya ‘murni’ kini terkubur di bawah hampir 303 ribu ton sampah plastik,” tulis The Independent, dikutip Jumat (22/11/2024).

    Pakar wisata berkelanjutan, Kristin Winkaffee mengatakan bahwa “pariwisata yang berlebihan” mampu memengaruhi inti kehidupan masyarakat Bali. Jika hal ini terus berlanjut, Bali disebut bisa kehilangan identitas budaya.

    “Tanpa perubahan, kita mempertaruhkan lebih dari sekadar pemandangan yang indah. Kita berisiko kehilangan identitas budaya itu sendiri,” kata Winkaffe.

    Selain Bali, ada sejumlah destinasi wisata di dunia lainnya yang turut masuk ke dalam daftar “yang tidak boleh dikunjungi” pada 2025, yakni Gunung Everest; dan Koh Samui, Thailand. Kemudian dalam daftar yang sama, terdapat pula destinasi di Eropa yang tidak diinginkan penduduk setempat, seperti Barcelona, Spanyol; Mallorca, Spanyol; Venesia, Italia; Kepulauan Canaria, Spanyol; dan Lisbon, Portugal.

    Venesia dan Lisbon tidak direkomendasikan untuk dikunjungi oleh wisatawan karena biaya masuk harian yang dibebankan kepada turis sangat tinggi. Tak hanya itu, kedua kota tersebut pun disebut tidak memiliki banyak akomodasi penginapan.

    Sementara itu, para turis tidak direkomendasikan untuk mengunjungi Koh Samui di Thailand karena berpotensi akan ada penumpukan usai acara The White Lotusyang. Para ahli khawatir, peningkatan jumlah kendaraan di lalu lintas dapat memperburuk masalah yang ada, termasuk pengelolaan limbah air di pulau tersebut.

    Berikut daftar destinasi yang sebaiknya tidak dikunjungi pada 2025 versi Fodor.

    Daftar ‘larangan abadi’:

    1. Bali, Indonesia

    2. Koh Samui, Thailand

    3. Gunung Everest

    4. Barcelona, Spanyol

    5. Marcolla, Spanyol

    6. Venesia, Italia

    7. Kepulauan Carania, Spanyol

    8. Lisbon, Portugal

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Timnas Indonesia Cetak Lima Rekor Usai Menang Lawan Arab Saudi





    Next Article



    Bali Catatkan Tingkat Bunuh Diri Tertinggi di Indonesia, Ada Apa?



    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.