Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sindrom Manusia Serigala Serang Bayi-Bayi Eropa, Begini Ciri-Cirinya
    Inspiring You

    Sindrom Manusia Serigala Serang Bayi-Bayi Eropa, Begini Ciri-Cirinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Desember 2024Updated:9 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Werewolf syndrome atau sindrom manusia serigala menyerang bayi-bayi di Eropa. Mengutip Euro News, ada 11 kasus sindrom manusia serigala yang diidentifikasi pada bayi di seluruh Eropa.

    Dalam dunia medis, kondisi seperti ini disebut dengan hypertrichosis atau Hipertrikosis. Werewolf syndrome merupakan kondisi langka, ditandai dengan pertumbuhan rambut yang sangat lebat dan tidak normal di area selain kulit kepala.

    Menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), rambut-rambut yang tumbuh, bahkan bisa sampai menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah. Bahkan muncul juga bercak-bercak kecil yang terlokalisasi.

    Laporan yang dilakukan oleh Pusat Farmakovigilans Navarre (CFN) di Spanyol, menemukan bahwa sejumlah bayi yang terkena sindrom ini memiliki orang tua yang menggunakan pengobatan yang mengandung minoxidil untuk mengatasi kebotakan.

    Minoxidil adalah obat yang dirancang untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan memperlambat kerontokan rambut pada orang yang mengalami kebotakan. Obat ini dapat diberikan secara oral atau sebagai larutan topikal yang dioleskan langsung ke kulit kepala.

    Kasus awal pertama kali terungkap ketika CFN menyelidiki situasi seorang bayi yang secara bertahap mengalami pertumbuhan rambut berlebihan di bagian punggung, kaki, dan paha selama dua bulan. Menurut laporan tersebut, ayah sang bayi telah menggunakan larutan minoxidil 5 persen secara topikal untuk mengatasi kebotakannya.

    Namun, laporan tersebut menambahkan bahwa setelah menghentikan kontak dengan obat tersebut, gejala pada bayi yang terkena benar-benar mereda.

    CFN kemudian melakukan peninjauan terhadap kasus serupa menggunakan data dari Sistem Farmakovigilans Spanyol dan basis data EudraVigilance milik Badan Obat Eropa (EMA). Analisis mereka mengungkap kejadian tambahan dengan karakteristik serupa yang melibatkan bayi di Eropa yang mengalami sindrom manusia serigala dan yang pengasuhnya menggunakan minoksidil topikal untuk mengatasi kebotakan.

    CFN menyarankan dua kemungkinan cara minoxidil dapat ditularkan dari pengasuh ke bayi, baik secara oral maupun melalui kontak kulit langsung.

    Mengingat bayi memiliki kulit yang lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan orang dewasa, obat topikal lebih mudah diserap ke dalam tubuh mereka.

    Menyusul temuan ini, Komite Penilaian Risiko Farmakovigilans Eropa (PRAC) memutuskan untuk memperbarui informasi produk untuk obat yang mengandung minoxidil.

    Selebaran yang direvisi sekarang menyertakan peringatan tentang potensi risiko pertumbuhan rambut tubuh yang berlebihan pada bayi setelah kontak dengan area tempat minoxidil dioleskan.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Resmi Dibuka, Jakarta X Beauty 2024 Hidupkan Industri Kecantikan





    Next Article



    Sambil Asuh 4 Anak, Perempuan Ini Jualan Bayi Online Harga Rp 97 Juta



    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.