Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Dilarang Beroperasi di Kota Besar, Telkomsel Bilang Begini
    Insight News

    Starlink Dilarang Beroperasi di Kota Besar, Telkomsel Bilang Begini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Desember 2024Updated:11 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisi Pengawas Perlindungan Usaha (KPPU) merilis kajian soal layanan internet low-earth orbit (LEO) di Indonesia. Dalam kajian itu disebutkan layanan seperti Starlink sebaiknya beroperasi hanya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

    Terkait hal ini, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki Hamsat Bramono menjelaskan pihaknya memahami sistem komunikasi berbasis satelit menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan geografis di wilayah 3T. Karena daerah tersebut memang sulit dijangkau oleh teknologi lain seperti fiber optic atau jaringan seluler.

    Kebijakan pemerintah diharapkan bisa menciptakan aturan main yang adil (equal playing field) di sektor telekomunikasi dan digital. Ini dilakukan dengan memastikan pemenuhan kewajiban serupa untuk seluruh pemain domestik maupun internasional.

    “Mencakup pendirian badan usaha di Indonesia, kepatuhan terhadap perpajakan, TKDN, sampai dengan aspek keamanan dan kedaulatan data,” kata Saki dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (10/12/2024).

    Dia menambahkan kolaborasi strategis antara penyedia layanan menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Digital 2045. Selain memberikan dampak untuk Indonesia.

    “Dengan semangat menggerakkan kemajuan dan mendorong inovasi, Telkomsel percaya bahwa kolaborasi yang strategis antara penyedia layanan akan menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Digital 2045, sekaligus memberikan dampak dan manfaat maksimal bagi bangsa dan negara secara inklusif dan berkelanjutan,” jelas dia.

    Dalam kajian KPPU, disebutkan layanan LEO harus bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi dan pelaku UMKM. Kemitraan itu dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan nasional.

    KPPU juga menyinggung soal layanan internet langsung ke ponsel atau Direct-to-Cell. Starlink diketahui telah meluncurkan layanan tersebut secara bertahap secara global.

    “Pengembangan teknologi satelit LEO juga dapat terus berkembang, di antaranya pengembangan teknologi Direct to Cell. Teknologi direct to cell ini berpotensi pelaku usaha penyedia jasa internet melalui LEO dapat menjadi pelaku usaha dominan di wilayah tersebut dan mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dengan pelaku usaha nasional yang tidak memiliki teknologi satelit LEO,” kata Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Ranamenggala dalam keterangan resminya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Manfaatkan Teknologi AI Untuk Punya Rumah, Gimana Caranya?


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.