Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Makan Tahu Bisa Bikin Asam Urat? Ini Penjelasannya
    Inspiring You

    Makan Tahu Bisa Bikin Asam Urat? Ini Penjelasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Desember 2024Updated:11 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Siapa sih yang tidak pernah makan tahu? Lauk-pauk yang terbuat dari bahan dasar kedelai ini adalah makan sejuta umat. Semahal apa pun tahu di pasaran, mereka akan selalu ada di meja makan. Secara umum, nutrisi dalam tahu sangat baik untuk kesehatan.

    Hal itu selaras dengan pendapat Dr. Qi Sun, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Hardvard T.H. Chan School of Public Health. Sun mengatakan bahwa tahu merupakan makanan yang sangat bergizi dan mudah diolah, dilansir American Heart Association.

    Sebagian orang ada yang menganggap bahwa mengonsumsi tahu secara berlebihan mampu meningkatkan kondisi asam urat. Namun, apakah benar begitu? Apakah kedelai bisa menyebabkan asam urat?

    Menurut Penelitian Soal Hubungan Tahu dan Asam Urat
    Menurut laporan dalam Northwest Kidney Centers, konsumsi tahu atau kedelai justru disarankan bagi penderita asam urat. Tahu dan sumber protein non-daging lainnya seperti kacang-kacangan, buncis, serta produk susu mampu membantu mengatasi asam urat.

    Hal serupa juga dikatakan dalam European Journal of Nutrition. Dalam studi ini, produk yang terbuat dari kedelai tidak meningkatkan kadar asam urat.

    Diketahui, tahu baik untuk penderita asam urat lantaran rendah purin. Makanan berbahan kedelai umumnya memiliki kandungan purin sekitar 50-150 mg per 100 gramnya.

    Meski rendah purin, konsumsi olahan kedelai dalam jumlah banyak juga tidak disarankan karena akan tetap memicu hal buruk pada kesehatan.

    Ini yang Perlu Diketahui…
    Merujuk detikHealth, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, selaku Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan terkait pengidap asam urat.

    Orang yang memiliki kadar asam urat dalam tubuh di atas 8 atau lebih dari 10 mg/dL, harus mengurangi makanan jenis kacang-kacangan termasuk kedelai dan olahannya.

    Tahu tidak memicu penyakit asam urat. Hanya saja, ada pembatasan konsumsi tahu pada seseorang dengan kadar asam urat tertentu.

    Kadar asam urat dalam tubuh seseorang dikatakan rendah ketika di bawah 2,5 mg/dL bagi laki-laki dan 1,5 mg/dL bagi perempuan. Sementara jika kadar asam urat mencapai di atas 7 mg/dL pada laki-laki dan 6 mg/dL pada perempuan maka sudah dikategorikan tinggi.

    Jadi, secara umum tahu tidak memicu asam urat. Namun, orang dengan kadar asam urat tertentu (tinggi) perlu mengurangi konsumsi olahan kedelai. Olahan itu seperti tahu.

    Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Resmi Dibuka, Jakarta X Beauty 2024 Hidupkan Industri Kecantikan





    Next Article



    6 Makanan Tinggi Purin, Terlarang buat Penderita Asam Urat



    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.