Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Inti Bumi Bocor Miliaran Tahun, Baru Ketahuan Peneliti
    Insight News

    Inti Bumi Bocor Miliaran Tahun, Baru Ketahuan Peneliti

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Desember 2024Updated:13 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Bagian inti Bumi berisi banyak hal menarik. Di sana merupakan tempat yang dinamis dengan bagian dalamnya yang bergejolak.

    Bagian tersebut merupakan tempat logam padat yang dilapisi besi cair yang bergerak cepat. Namun ternyata sebuah penelitian menemukan hal yang cukup menarik.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience tahun 2020 mengatakan isotop besi mungkin berpindah ke bagian mantel berbatu yang merupakan sebuah lapisan geologi di bawah permukaan Bumi.

    Para peneliti menggunakan eksperimen dan pemodelan geodinamik untuk mendapatkan jawaban tersebut. Sebab sangat sulit mendapatkan sampel mantel dengan kedalaman yang ekstrem.

    Para peneliti mendapatkan gambaran cairan besi bereaksi di bawah suhu 2.000 derajat Celcius serta tekanan yang kuat.

    Dari hasil penelitian terungkap cara isotop besi bermigrasi berdasarkan gradien suhu. Isotop yang lebih berat disebut akan berpindah ke bagian yang lebih dingin.

    “Jika benar, hasil menunjukkan besi dari inti bocor ke bagian mantel selama miliaran tahun,” jelas penulis utama studi, Charles Lesher dikutip dari IFL Science, Selasa (10/12/2024).

    Ternyata ini bukan jadi satu-satunya bagian Bumi yang dinamis. Sebuah penelitian lain menemukan air dari permukaan Bumi kemungkinan berpindah ke bagian mantel karena adanya pergeseran tektonik.

    Studi tahun 2014 menyebutkan zona transisi mantel mengandung lapisan tebal padat dengan ringwoodite yang mengandung banyak air. Sebagai informasi bagian tersebut berada di sekitar 410 hingga 600 kilometer di bawah lapisan dalam.

    Jika hanya 1% di bagian tersebut mengandung H2O, para peneliti memperkirakan setara dengan tiga kali jumlah air yang ada di lautan permukaan Bumi. Jadi sebagian besar besar air berada di bagian mantel dan berada di bagian ringwoodite.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tugas Data Center Dukung Transformasi Digital RI Era Prabowo





    Next Article



    Inti Bumi Sempat Berhenti Berputar Kemudian Berbalik Arah



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.