Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Di Negara Ini Ajukan Cerai Bisa Dijebloskan ke Kamp Kerja Paksa
    Inspiring You

    Di Negara Ini Ajukan Cerai Bisa Dijebloskan ke Kamp Kerja Paksa

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Desember 2024Updated:18 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Pernikahan tak selalu berjalan mulus, karena itu ada opsi cerai jika kedua belah pihak tak lagi ingin mempertahankan pernikahan. Sayangnya, bercerai bukanlah hal yang mudah dilakukan warga Korea Utara. Sebab, mereka yang bercerai dianggap membawa kekacauan di tengah masyarakat.

    Sebuah laporan baru-baru ini menyebut bahwa warga Korea Utara yang mengajukan cerai akan langsung dijebloskan ke dalam kamp kerja paksa.

    Menurut laporan Radio Free Asia pada Senin, seorang sumber anonim yang tinggal di Provinsi Yanggang, Korea Utara mengatakan bahwa 12 pasangan resmi bercerai di pengadilan pada 13 Desember. Segera setelah resmi bercerai, semua orang dikirim ke kamp kerja militer, kata laporan tersebut.

    “Tahun lalu, hanya orang yang awalnya mengajukan gugatan cerai yang dikirim ke kamp kerja militer. Sekarang dua-duanya yang dijebloskan ke kamp kerja militer, mulai bulan lalu,” kata sumber tersebut.

    Pada Juni 2021, media daring Daily NK yang berbasis di Seoul melaporkan bahwa meskipun otoritas Pyongyang telah menjatuhkan hukuman enam bulan di kamp kerja militer kepada orang-orang yang bercerai, orang yang “memiliki lebih banyak kesalahan dalam perceraian”-lah yang dikirim ke sana.

    Hal ini diduga sebagai tanggapan atas perintah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada bulan Maret tahun itu. Kim Jong-un menuduh mereka yang ingin bercerai “membawa kekacauan ke dalam masyarakat, dan menentang gaya hidup sosialis.”

    Hukum Korea Utara mengakui kemungkinan perceraian, tetapi tidak menetapkan jenis hukuman untuk pasangan yang bercerai. 

    Sumber lain mengatakan kepada Radio Free Asia tentang seseorang yang menjalani hukuman tiga bulan di kamp kerja paksa karena bercerai. Orang tersebut dilaporkan mengatakan 30 dari 120 orang di kamp itu berada di sana karena menceraikan pasangan mereka. Wanita umumnya dikenakan hukuman yang lebih lama daripada pria.

    Hal ini, kata sumber tersebut, karena perceraian cenderung diajukan oleh wanita, karena banyak perceraian di negara itu didasarkan pada kekerasan dalam rumah tangga oleh suami.

    Sebuah laporan pada Januari oleh Institut Korea untuk Penyatuan Nasional, berdasarkan wawancara dengan 71 pembelot, mengatakan semakin banyak wanita di Korea Utara yang lebih suka hidup bersama dengan pasangan mereka daripada menikah.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Warga RI Mau Good Looking, Industri Kosmetik RI Makin Glowing




    Next Article



    Viral Princess Dubai Talak Tiga Suami Lewat Unggahan Instagram



    Ide Sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.