Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Japan Airlines Kena Serangan Siber, Penerbangan Terganggu
    Insight News

    Japan Airlines Kena Serangan Siber, Penerbangan Terganggu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Desember 2024Updated:26 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Japan Airlines (JAL) melaporkan serangan siber yang menyebabkan penundaan penerbangan domestik dan internasional, Kamis (26/12/2024).

    Akibat masalah dengan sistem check-in bagasi, maskapai tersebut telah menunda lebih dari selusin penerbangan di beberapa bandara Jepang meski tidak ada pembatalan massal atau gangguan besar.

    “Kami mengidentifikasi dan mengatasi penyebab masalah tersebut. Kami sedang memeriksa status pemulihan sistem,” kata maskapai penerbangan terbesar kedua di Jepang setelah All Nippon Airways (ANA), dikutip AFP.

    “Penjualan untuk penerbangan domestik dan internasional yang berangkat hari ini telah ditangguhkan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tambahnya di platform media sosial X.

    Mengutip laman yang sama, gangguan jaringan dimulai pada pukul 7:24 pagi. Kemudian pada pukul 8:56 pagi, perusahaan mengisolasi sementara router (perangkat untuk bertukar data antar jaringan) yang menyebabkan gangguan.

    Saham JAL turun sebanyak 2,5% dalam perdagangan pagi setelah berita tersebut muncul. Maskapai penerbangan tersebut merupakan perusahaan Jepang terbaru yang terkena serangan siber.

    Sementara itu, badan antariksa Jepang JAXA mengatakan pada tahun 2023 bahwa serangan siber banyak dilakukan oleh entitas yang tidak dikenal. Tetapi, tambahnya, tidak ada informasi sensitif tentang roket atau satelit yang diakses.

    Pada tahun yang sama, Pelabuhan Nagoya, salah satu pelabuhan tersibuk di Jepang, lumpuh oleh serangan ransomware yang disalahkan pada Lockbit. Ini merujuk sebuah organisasi kejahatan siber yang berbasis di Rusia.

    Pusat Kesiapan Insiden dan Strategi Keamanan Siber Nasional Jepang (NISC), badan yang bertanggung jawab atas pertahanan terhadap serangan siber, dilaporkan disusupi oleh peretas pada tahun 2023 selama sembilan bulan. Pada tahun 2022, pemerintah mengatakan serangan siber menjadi penyebab gangguan pada pemasok Toyota yang memaksa produsen mobil terlaris itu menghentikan operasi di pabrik domestik selama sehari.

    (sef/sef)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video; Serangan Siber Hantui Digitalisasi RI, Industri Siap Hadapi?





    Next Article



    Inovasi Teknologi Keamanan Data “Lawan” Canggihnya Serangan Siber



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.