Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Profesi Dokter Terancam Punah, Peneliti Beberkan Buktinya
    Insight News

    Profesi Dokter Terancam Punah, Peneliti Beberkan Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Desember 2024Updated:31 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak profesi yang diramal akan punah karena kehadiran robot kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, beberapa pihak menilai kehadiran robot AI tak akan merampas pekerjaan, melainkan memudahkan manusia dalam menyelesaikan tugasnya.

    Terbaru, tim peneliti yang dipimpin Johns Hopkins University menunjukkan kemampuan robot yang bisa mengerjakan tugas dokter.

    Robot itu dilatih untuk pertama kalinya dengan menonton video yang memperlihatkan dokter spesialis bedah melakukan prosedur operasi yang rumit.

    Selanjutnya, robot tersebut bisa melakukan prosedur operasi serupa tanpa bantuan manusia sama sekali, dikutip dari Today’s Medical Developments, Selasa (31/12/2024).

    “Model ini sangat ajaib. Yang perlu kami lakukan hanya menancapkan kamera untuk memprediksi pergerakan robot yang dibutuhkan untuk operasi,” kata peneliti senior Axel Krieger.

    “Kami percaya ini menandai langkah signifikan untuk pengembangan robot medis,” ia menambahkan.

    Robot tersebut menjadi sorotan dalam Konferensi Pembelajaran Robot di Munich beberapa saat lalu, ajang terkemuka untuk industri robotik dan machine learning.

    Tim yang juga melibatkan peneliti dari Stanford University tersebut menggunakan pembelajaran imitasi untuk melatih robot dengan sistem yang dinamai ‘da Vinci Surgical’.

    Hasilnya, robot bisa melakukan beberapa prosedur penting seperti memanipulasi jarum, mengangkat jaringan tubuh, dan menjahit.

    Model sistemnya menggabungkan pembelajaran imitasi dan machine learning yang sama dengan arsitektur inti dari layanan ChatGPT buatan OpenAI. Bedanya, ChatGPT bekerja dengan kata-kata, sementara robot melakukan pekerjaan dengan kinematik.

    Para peneliti melatih robot dengan ratusan video yang direkam dari kamera pada pergelangan tangan robot selama proses operasi berlangsung. Video itu direkam oleh dokter ahli bedah dari seluruh dunia.

    Hampir 7.000 sistem da Vinci digunakan di seluruh dunia, serta lebih dari 50.000 ahli bedah dilatih pada sistem, sehingga menghasilkan arsip data yang besar untuk robot melakukan imitasi.

    “Kami hanya perlu memberikan masukan gambar, lalu sistem AI akan menemukan aksi yang tepat untuk melakukan operasi,” kata peneliti Ji Woong ‘Brian’ Kim.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: CEO Google Beri Peringatan Bahaya di 2025





    Next Article



    Banyak Orang Takut Pekerjaan Punah Diganti AI, Telkomsel Buka Suara



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.