Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Media Asing Soroti Kucing di Jakarta, Ada Apa?
    Inspiring You

    Media Asing Soroti Kucing di Jakarta, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman31 Desember 2024Updated:31 Desember 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Keberadaan kucing di Jakarta menjadi sorotan media Australia, ABC News. Dalam artikelnya berjudul ‘The Underground Vets Working Secretly to Solve Jakarta’s Cat Crisis’, Selasa (31/12/2024), ABC News menyoroti keterbatasan untuk menangani populasi kucing di Jakarta.

    Kepala organisasi Rumah Steril yang menangkap kucing jalanan untuk dikebiri dan kemudian dilepaskan kembali, Vivi Sebayang, mengatakan hal ini perlu dilakukan untuk menekan angka kucing yang ada di Jakarta.

    “Menjebak dan mengebiri kucing secara rutin akan membantu menjaga jumlah populasi selama sekitar dua tahun, tetapi jika kita tidak melakukannya, jumlah kucing akan meledak,” katanya.

    Badan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta memperkirakan ada 860.000 ekor kucing di wilayah kotamadya Jakarta saja. Namun, jumlah tersebut hanya mencakup sekitar setengah dari wilayah metropolitan Jakarta, yang berarti kemungkinan ada lebih dari 1,5 juta ekor kucing yang berkeliaran di jalan-jalan ibu kota Indonesia.

    Vivi mengatakan bahwa para warga yang memiliki kucing di wilayahnya biasanya membuang kucing itu di wilayah padat dan banyak makanan seperti pasar. Ia mengatakan kucing sering kali melahirkan tiga anak kucing atau lebih.

    Organisasinya sendiri dapat mengebiri kucing betina dengan biaya sekitar Rp 300 ribu, dan sekitar Rp 250 ribu untuk kucing jantan.

    “Jadi, jika seseorang tidak suka ada kucing liar di sekitar rumah mereka, mereka sering kali akan mengambil kucing itu dan membuangnya di pasar basah yang menyediakan makanan,” katanya.

    Meski begitu, Vivi mengungkapkan kekhawatiran terhadap adanya praktik kebiri kucing yang seringkali dilakukan oleh tenaga yang tak bersertifikat.

    “Beberapa dokter hewan khawatir prosedur ini dilakukan oleh orang yang tidak berkualifikasi. Sebagian besar dokter hewan yang bersedia mengikuti kegiatan ini juga prihatin dengan masalah kelebihan populasi,” tuturnya.

    “Mereka menjelaskan kepada saya bahwa mereka tidak ingin diganggu oleh rekan lain yang tidak setuju dengan program ini, jadi saya selalu melindungi mereka.”

    Sementara itu, terkait kerja sama dengan pemerintah, Vivi menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sering bekerja sama dengan organisasi seperti Sebayang untuk melakukan gerakan pengebirian kucing.

    Misalnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Jakarta Selatan baru-baru ini mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan gerakan sterilisasi lain pada bulan Februari dengan tujuan mengebiri 2.300 kucing.

    Namun, di distrik-distrik terpencil di wilayah ibu kota, asosiasi dokter hewan dan pemerintah cenderung kurang mendukung organisasi yang menangani masalah ini sendiri.

    “Rasanya seperti area abu-abu, tetapi saya pikir itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

    Ia memperkirakan selama satu dekade organisasinya telah mengebiri 10.000 kucing. Akan tetapi, itu hanya setetes air di lautan.

    “Saya pikir mungkin perlu 10 atau 20 tahun lagi sebelum masalah ini akhirnya membaik,” tutupnya.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Menilik Persiapan New York Sambut Tahun Baru 2025

    Inspirasi Kamu True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.