Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Riset Ungkap Alasan iPhone Lebih Gampang Dibobol dari HP Android
    Insight News

    Riset Ungkap Alasan iPhone Lebih Gampang Dibobol dari HP Android

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Januari 2025Updated:6 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Riset mengungkap bahwa perangkat berbasis iOS seperti iPhone lebih rentan terhadap serangan phishing daripada perangkat Android.

    Riset bertajuk “Lookout Mobile Threat Landscape Report: Q3 2024” itu dilakukan oleh perusahaan keamanan cloud, Lookout, yang dipublikasikan pada Desember 2024.

    Sepanjang Q3 2024, analis Lookout mengidentifikasi 18,4 persen perangkat iOS menjadi sasaran upaya phishing dibandingkan dengan 11,4 persen perangkat Android.

    Mengutip laporan Lookout, temuan ini didasarkan dari kumpulan data seluler bertenaga AI yang menganalisis 220 juta perangkat, 360 juta aplikasi, dan miliaran item web.

    Cloud keamanan Lookout telah mengidentifikasi lebih dari 473 juta situs berbahaya, termasuk yang terlibat dalam serangan phishing sejak 2019.

    Riset mengungkap, salah satu alasan perangkat iOS lebih rentan terhadap serangan phising ketimbang perangkat Android, karena popularitasnya di tempat kerja. Laporan Lookout menyoroti bahwa perangkat iOS lebih umum digunakan di lingkungan perusahaan daripada perangkat Android

    Sebanyak 19 persen perangkat iOS perusahaan terpapar setidaknya satu serangan phishing seluler di tiga kuartal pertama 2024, dibanding dengan hanya 10,9 persen perangkat Android perusahaan pada periode yang sama.

    Lebih lanjut, Lookout menyatakan bahwa setiap sistem operasi (OS) dan aplikasi seluler memiliki kerentanan dalam kodenya seperti halnya perangkat lunak lainnya.

    Bahkan saat pengembang merilis patch, ada peluang antara saat kerentanan ditemukan dan saat patch dirilis yang memungkinkan penyerang memanfaatkan perangkat yang berisiko.

    Selain itu, pengguna akhir tidak selalu langsung melakukan update langsung memasang pembaruan ketika update dirilis. Padahal, itu dapat menjadi celah yang dieksploitasi penyerang untuk mengakses root ke perangkat.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Literasi Digital Jadi Kunci Cegah Serangan Siber





    Next Article



    Lubang Hitam Bisa Dicari Pakai Aplikasi di HP Android, Begini Caranya



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.