Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mewujudkan Kedaulatan Digital di Indonesia Lewat Kecerdasan Artifisial
    Insight News

    Mewujudkan Kedaulatan Digital di Indonesia Lewat Kecerdasan Artifisial

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Januari 2025Updated:7 Januari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi dalam negeri. AI sebagai sistem berbasis mesin memang ditujukan untuk menghasilkan prediksi, konten, rekomendasi, atau Keputusan.

    Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Brookings Institution, investasi global pada AI dilaporkan mencapai US$ 60 miliar pada 2020 dan diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2025. Adapun Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta menjadi pasar yang besar untuk industri teknologi baru, termasuk AI.

    Dalam adopsi teknologi AI, Indonesia meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020-2045. Inisiatif ini menekankan lima prioritas nasional, yaitu layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan, serta mobilitas dan kota cerdas.

     

    Di sisi lain, untuk memfasilitasi koordinasi antara sektor publik dan swasta, pemerintah membentuk Organisasi Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) dan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA), untuk mendukung riset dan inovasi AI sesuai kebutuhan nasional.

    Dukungan kedaulatan AI di Tanah Air juga datang dari sektor telekomunikasi. Salah satunya Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang berupaya membangun fondasi kedaulatan AI sebagai langkah dalam memperkuat daya saing negara di kancah global.

    President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, , Vikram Sinha mengungkapkan pentingnya peran data dalam pengembangan AI dan menyebutnya sebagai sumber daya alam yang harus dijaga. Dia menekankan bahwa untuk mendorong Indonesia agar bisa bersaing secara global dalam bidang teknologi, AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk membuka potensi penuh masyarakat Indonesia.

    “Kita perlu menjadikan teknologi sebagai akselerator yang dapat mendorong masyarakat kita untuk meraih potensi terbaiknya,” ujar Vikram beberapa waktu lalu.

    Kendati demikian, dalam mendorong kedaulatan AI di Indonesia tidak mudah. Diperlukan kolaborasi kuat antara berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. Kolaborasi diperlukan untuk mendorong percepatan adopsi dan pengembangan AI di Indonesia.

    “Akselerasi pengembangan AI membutuhkan kerja sama yang erat antara berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bersinergi untuk mencapai tujuan ini,” katanya.

    Sebagai langkah awal, Indosat memulai pembangunan pusat kecerdasan buatan atau AI Experience Center di Solo, yang nantinya akan diperluas ke Jakarta. Melalui inisiatif ini, Indosat berharap dapat mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk bersatu dalam membangun ekosistem AI yang kuat dan berkelanjutan.

    “Dengan membangun fondasi yang solid, Indonesia dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan adopsi teknologi AI secara menyeluruh, yang nantinya akan membawa dampak positif yang luas,” ujar Vikram.

    Vikram Sinha menegaskan bahwa, pengembangan AI yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sektor telekomunikasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing industri lokal, serta memberikan solusi-solusi inovatif yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

    “Dampak positif ini diharapkan akan meluas hingga ke sektor-sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, dan manufaktur, yang akan mendapatkan keuntungan dari penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” pungkas dia.

     

    (rah/rah)

    Saksikan video di bawah ini:

    Vdieo: RI Butuh Investasi Infrastruktur Digital USD10 Miliar Per Tahun





    Next Article



    Video: Buka-bukaan Indosat Soal Aksi Stock Split



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.