Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Diskon, Ecommerce Punya Cara Baru Rayu Pembeli Online
    Insight News

    Bukan Diskon, Ecommerce Punya Cara Baru Rayu Pembeli Online

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Januari 2025Updated:7 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Platform belanja online ramai-ramai menggunakan robot chat yang didukung dengan kecerdasan buatan (AI) sepanjang musim belanja liburan akhir tahun 2024. Fitur chatbot untuk membantu pembelian dan pengembalian produk disebut mendongkrak penjualan hingga 4 persen.

    Reuters melaporkan bahwa kenaikan penjualan tersebut berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Salesforce.

    Perusahaan ritel menggunakan layanan chatbot untuk memberikan produk rekomendasi, program loyalty, dan promosi yang tertarget dengan tujuan memengaruhi konsumen untuk berburu produk populer dan mencari diskon terbaik.

    Salesforce memproyeksikan nilai penjualan online pada periode antara 1 November dan 31 Desember di Amerika Serikat naik dari US$ 272 miliar pada 2023 menjadi US$ 282 miliar pada 2024. Kenaikan nilai penjualan tersebut terjadi meski tahun ini diskon yang diberikan tidak sebesar tahun lalu.

    Pembeli online dilaporkan makin sering menggunakan layanan chatbot, naik 42 persen dibanding tahun lalu. Angka tersebut didapatkan lewat analisis 1,6 triliun kunjungan laman platform online.

    Salesforce menyatakan penjualan online yang didukung oleh AI juga naik secara global dari US$ 199 miliar menjadi US$ 229 miliar.

    Namun, pemanfaatan AI juga mendorong pelanggan lebih banyak melakukan retur pembelian. Sebanyak 28 persen pembeli mengembalikan produk yang mereka beli secara online pada 2024 dibanding 20 persen pada 2023.

    Calla Schwartz dari Salesforce menyatakan tren ini sangat mencemaskan karena bisa memangkas margin laba bagi peritel online.

    “Peritel yang menggunakan AI dan agen sudah melihat keuntungannya, tetapi perangkat ini bakal lebih penting pada tahun berikutnya seiring upaya mereka untuk menekan penurunan pendapatan akibat retur,” kata Schawrtz.

    Data Salesforce juga menunjukkan bahwa order pembelian lewat HP memuncak pada hari Natal 2024, yang menunjukkan banyak warga AS baru belanja di saat-saat akhir jelang hari raya. Sekitar 70 order belanja online dilakukan lewat HP sepanjang musim liburan akhir tahun.

    Selain AI, penjual online juga makin aktif menggunakan media sosial seperti TikTok Shop dan Instagram untuk menarik minat pembeli. Sekitar 14% dari trafik ecommerce kini berasal dari media sosial.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: CEO Google Beri Peringatan Bahaya di 2025





    Next Article



    Kumpulkan Bankir, Bos Indosat Bicara Kedaulatan AI Indonesia



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.