Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bukan 17 Agustus, Ini Tanggal Kemerdekaan RI yang Diakui Belanda
    Inspiring You

    Bukan 17 Agustus, Ini Tanggal Kemerdekaan RI yang Diakui Belanda

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 Januari 2025Updated:10 Januari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Bangsa Indonesia merayakan peringatan kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus. Sejarah mencatat bahwa Indonesia berhasil meraih kemerdekan dari Belanda pada 17 Agustus 1945. Meski demikian, ternyata Belanda tidak mengakui klaim kemerdekaan tersebut. 

    Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, alias lebih dari empat tahun sejak Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Apa alasannya?

    Saat Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Belanda menganggap klaim tersebut tidak sah dan ingin kembali menguasai Indonesia. Nafsu penguasaan didasari oleh faktor ekonomi.

    Selama ini ekonomi Belanda tumbuh bukan karena bergantung terhadap aktivitas negerinya sendiri, melainkan karena perputaran roda kolonialisme tempat negeri Belanda berjalan di atasnya, termasuk Hindia Belanda. Nilai ekonomi Hindia Belanda sangat besar.

    Tentu, jika Hindia Belanda merdeka, bisa dibayangkan betapa hancurnya Belanda. Maka, tak ingin Indonesia lepas, Belanda berniat menjajah Indonesia. Terlebih, saat itu Belanda punya legitimasi. Sebagai negara pemenang perang, dia berhak mengambilalih negeri jajahan negara kalah.

    Maka, datang lah negeri kincir angin ke Indonesia di penghujung 1945. Setelahnya kedatangan tersebut memantik perang besar antara Belanda dan Indonesia. Tak ingin kembali dijajah, militer Indonesia mati-matian mempertahankan sejengkal wilayah.

    Perang tersebut berakhir pada 1949 saat Konferensi Meja Bundar (KMB) dilaksanakan. Poin penting KMB adalah Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia. Sayang, bukan tanggal 17 Agustus 1945, tapi 27 Desember 1949. Ini sesuai tanggal berakhirnya perjanjian KMB.

    Pengakuan tersebut juga harus dibayar mahal Indonesia sebab bangsa kita dipaksa membayar seluruh hutang-hutang Belanda dari zaman kolonial. Hutang ini kemudian baru dibayar beberapa tahun kemudian di tengah kembang-kempisnya perekonomian Indonesia.

    Terkait revisi pengakuan kemerdekaan, sebenarnya sudah lama Belanda ingin mengakui kemerdekaan 17 Agustus 1945. Hanya saja selalu ditentang orang, khususnya kelompok veteran yang merasakan pahitnya digempur militer Indonesia. Pada 1995, misalnya, Ratu Belanda, Beatrix, dikabarkan ingin merevisi tanggal kemerdekaan Indonesia dengan cara datang langsung perayaan 17 Agustus di Istana Negara, Jakarta.

    Namun, hal itu urung terjadi sebab mendapat penolakan dari para veteran perang dan Perdana Menteri Willem Cockless. Alhasil, Ratu Beatrix baru mengunjungi Indonesia beberapa hari kemudian dan itupun gagal mengakui kemerdekaan 17 Agustus 1945.

    Barulah revisi terjadi pada 2005, 60 tahun setelah kemerdekaan. Kala itu, dalam pewartaan Detik.com (17 Agustus 2005), pemerintah Belanda diwakili Menteri Luar Negeri Bernard Bot datang menghadiri upacara 17 Agustus di Istana Negara.

    Kehadiran tersebut menandai pengakuan Belanda bahwa Indonesia merdeka bukan lagi tanggal 27 Desember 1949, tapi 17 Agustus 1945. Pada momen yang sama, Belanda juga menyesal sudah menjajah Indonesia, sekalipun tak meminta maaf atas kejahatan di masa silam.

    “Atas nama pemerintah Belanda, saya ingin mengungkapkan penyesalan mendalam atas semua penderitaan itu. Mari kita menyongsong masa depan bersama-sama dengan penuh keyakinan,” ungkap Bot.

    Terkait permintaan maaf atas penjajahan, baru disampaikan Belanda 17 tahun kemudian. Pada 2023, Raja Belanda Willem-Alexander meminta maaf atas aksi kolonialisme Belanda.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia





    Next Article



    Dijajah Ratusan Tahun, Kok Orang Indonesia Tak Bisa Bahasa Belanda?



    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.