Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Muncul Petisi Larangan Rebahkan Sandaran Kursi Pesawat, Anda Setuju?
    Inspiring You

    Muncul Petisi Larangan Rebahkan Sandaran Kursi Pesawat, Anda Setuju?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 Januari 2025Updated:13 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Ada beberapa aturan naik pesawat terbang yang harus dipatuhi penumpang agar dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Salah satu yang sering menjadi perdebatan yakni merebahkan sandaran kursi pesawat. Hal ini sering terjadi antar penumpang karena jika kursi di depan bersandar sepenuhnya, maka penumpang di belakangnya akan merasa sempit dan tidak nyaman.

    Terbaru, sebuah video kampanye iklan menunjukkan mengapa merebahkan kursi di pesawat, yang awalnya diterima, kini berubah menjadi kebiasaan yang dianggap menjengkelkan bagi banyak penumpang pesawat.

    Video tersebut diluncurkan pada akhir November 2024 oleh La-Z-Boy, perusahaan furnitur yang dikenal menjual kursi bersandar yang besar dan mewah. La-Z-Boy juga membuat petisi yang mengimbau para traveler untuk tidak merebahkan kursi pesawat saat terbang.

    Petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 186.000 orang hingga Senin (13/1), kata seorang perwakilan La-Z-Boy kepada CNBC Travel.

    Kampanye ini menarik perhatian banyak orang, terutama karena dipicu oleh bertambahnya jumlah penumpang dan berkurangnya jarak antar kursi.

    Tidak seperti masalah kebersihan seperti memotong kuku dan melepas sepatu, yang secara umum dicemooh oleh sesama penumpang, opini tentang merebahkan sandaran kursi sebagian besar terbagi menjadi dua kubu.

    Yang tidak setuju berpendapat bahwa tombol sandaran kursi ada karena suatu alasan. Lainnya, menganggap sandaran kursi dapat diterima hanya pada penerbangan jarak jauh atau malam hari.

    Kampanye La-Z-Boy menempatkan perusahaan dengan tegas pada kubu jangan pernah merebahkan sandaran kursi, dengan petisi yang menyatakan bahwa hanya karena Anda bisa melakukannya bukan berarti Anda harus melakukannya.

    Survei yang dilakukan pada tahun 2023 terhadap 18 pasar oleh firma riset YouGov menemukan bahwa sikap terhadap sandaran kursi berbeda-beda di setiap wilayah. Orang Eropa menjadi yang paling tidak toleran terhadap praktik tersebut. Eropa juga merupakan rumah bagi orang-orang tertinggi di dunia.

    Namun, kurang dari 1 dari 3 pelancong di Uni Emirat Arab (UEA) merasa terganggu oleh hal itu. Menurut survei tersebut, secara keseluruhan, penumpang dari UEA tidak terlalu terganggu oleh setiap perilaku dalam pesawat. 

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia




    Next Article



    Ngeri! Diam-Diam Serangan Medis Mematikan Mengintai Penumpang Pesawat



    Berani sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.