Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Perusahaan Jerman Sewa Detektif untuk Selidiki Karyawan Izin Sakit
    Inspiring You

    Perusahaan Jerman Sewa Detektif untuk Selidiki Karyawan Izin Sakit

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman14 Januari 2025Updated:14 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Sejumlah perusahaan di Jerman mempekerjakan detektif swasta untuk menyelidiki apakah karyawan yang sedang cuti sakit jangka panjang benar-benar sakit. Cara ini dianggap efektif untuk memberhentikan pekerja yang tidak produktif.

    Melansir AFP, agen detektif swasta, Lentz Group di Frankfurt, mengalami lonjakan bisnis karena hal ini. Marcus Lentz, pendiri perusahaan tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sekitar 1.200 komisi setiap tahunnya atau sekitar dua kali lipat dari angka beberapa tahun sebelumnya.

    Menurut badan statistik federal Destatis, pekerja Jerman rata-rata mengambil cuti sakit selama 15,1 hari pada 2023, naik dari 11,1 hari pada 2021.

    Tingginya angka absensi ini diperkirakan telah menurunkan PDB Jerman sebesar 0,8 persen pada 2023, yang menyebabkan kontraksi ekonomi sebesar 0,3 persen.

    TK, salah satu perusahaan asuransi kesehatan resmi utama di Jerman, juga melaporkan rekor tertinggi rata-rata 14,13 hari izin sakit di antara pekerja yang ditanggungnya dalam sembilan bulan pertama tahun 2024.

    Menurut data dari Organisasi Pembangunan Ekonomi (OECD), warga Jerman kehilangan rata-rata 6,8 persen jam kerja mereka pada tahun 2023 karena sakit, lebih buruk daripada negara-negara Uni Eropa (UE) lainnya seperti Prancis, Italia, dan Spanyol.

    Salah satu kemungkinan alasan tingginya angka cuti sakit adalah kemudahan memperoleh persetujuan medis untuk cuti karena kebijakan pascapandemi.

    Selama pandemi Covid-19, Jerman memperkenalkan sistem yang memungkinkan karyawan dengan gejala ringan memperoleh surat keterangan cuti sakit melalui telepon.

    Kebijakan ini diduga banyak disalahgunakan pascapandemi. Banyak orang diduga berpura-pura sakit seperti batuk atau memalsukan gejala selama konsultasi telepon untuk mendapatkan cuti sakit.

    Di Jerman, karyawan yang sakit berhak mendapatkan gaji penuh dari pemberi kerja mereka hingga enam minggu per tahun. Setelah periode ini, lembaga asuransi kesehatan mengambil alih dengan membayar tunjangan sakit.

    Dihadapkan dengan beban keuangan, beberapa perusahaan beralih ke detektif swasta untuk melakukan investigasi untuk mengatasi inefisiensi karyawan, meskipun biayanya berpotensi besar.

    “Semakin banyak perusahaan yang tidak mau lagi menerima cuti sakit. Jika seseorang cuti sakit selama 30, 40 atau terkadang hingga 100 hari dalam setahun, maka pada titik tertentu karyawan menjadi tidak menarik secara ekonomi bagi pemberi kerja,” kata Lentz kepada AFP.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia


    Inspirasi Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.