Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Seberapa Penting Sih Sarapan? Begini Penjelasan Dokter
    Inspiring You

    Seberapa Penting Sih Sarapan? Begini Penjelasan Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Januari 2025Updated:15 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Sarapan sering disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Nyatanya, sejumlah dokter dan ahli di bidang umur panjang tampaknya tidak sepakat akan hal tersebut.

    Banyak dari mereka yang tidak memprioritaskan sarapan dalam hidup kesehariannya. Mereka justru menjalankan intermittent fasting dengan hanya 8 jam waktu makan dalam sehari.

    Seorang berpengalaman dalam gerosains menyatakan, “Saya selalu atau bahkan sangat sering melewatkan sarapan,” dikutip dari CNBC Make It pada Rabu (15/1/2025). “Saya mulai makan di jam dua atau tiga siang, terkadang di sore hari, dan saya baik baik saja.”

    Opini-opini mengenai efek dari sarapan pada kesehatan dan umur panjang dinilai cukup beragam. Orang yang melewatkan sarapan mungkin memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat penyebab apapun, terutama kanker, menurut sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Causes & Control

    Namun, seorang dokter dan peneliti umur panjang Dr. Peter Attia, menunjukkan dari penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan juga cenderung kurang memperhatikan kesehatannya secara umum.

    Hal ini membuat sulit menentukan dengan pasti apakah melewatkan sarapan berpengaruh pada kesehatan dan umur panjang, atau itu disebabkan gaya hidup yang kurang baik, seperti merokok dan sebagainya.

    Namun, penelitian menunjukkan bahwa sarapan justru dapat berpengaruh pada kualitas tidur. Dengan tidak sarapan, akan terjadi perubahan kronotipe tidur dan peningkatan gejala depresi yang menyebabkan kualitas tidur yang lebih buruk, menurut sebuah studi tahun 2023.

    Meskipun melewatkan sarapan tidak mempengaruhi kualitas tidur secara signifikan, ada perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kualitas tidur orang yang sering sarapan.

    Orang yang melakukan sarapan secara teratur akan memiliki kualitas tidur, suasana hati, dan kewaspadaan saat bangun tidur lebih baik dibandingkan orang yang sering melewatkan sarapan.

    Mendapatkan tidur berkualitas adalah salah satu praktik yang dapat meningkatkan peluang hidup lebih lama. Maka dari itu, pertimbangkan untuk menjadikan sarapan sebagai bagian rutinitas pagi Anda untuk suasana hati dan tidur yang lebih baik.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia





    Next Article



    Pria Jepang Tidur Cuma 30 Menit Sehari Demi Panjang Umur



    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.