Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»WHO Umumkan Wabah Virus Marburg di Negara Ini, 8 Orang Meninggal
    Inspiring You

    WHO Umumkan Wabah Virus Marburg di Negara Ini, 8 Orang Meninggal

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Januari 2025Updated:15 Januari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Wabah virus Marburg yang mematikan di Tanzania telah menewaskan delapan orang. Peringatan diberikan WHO, di mana lembaga PBB itu juga memperingatkan bahwa risiko penyebaran lebih lanjut di negara dan wilayah tersebut “tinggi”.

    Mengutip AFP, penyebaran terjadi di wilayah Kagera. Pengumuman itu muncul kurang dari sebulan setelah WHO mengumumkan wabah Marburg selama tiga bulan di negara tetangga Rwanda, yang membuat 15 orang meninggal.

    “Kami mengetahui sembilan kasus sejauh ini, termasuk delapan orang yang telah meninggal. Kami memperkirakan kasus lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang seiring dengan peningkatan pengawasan penyakit,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di platform media sosial X, dikutip Rabu (15/1/2025).

    “WHO telah menawarkan bantuan penuhnya kepada pemerintah Tanzania, dan kepada masyarakat yang terkena dampak,” katanya.

    Marburg menyebabkan demam berdarah yang sangat menular. Penyakit ini ditularkan dari kelelawar buah dan termasuk dalam famili virus yang sama dengan Ebola.

    Dengan tingkat kematian yang dapat mencapai hampir 90%, demam Marburg sering kali disertai dengan pendarahan dan kegagalan organ.

    “Wilayah Kagera mengalami wabah Marburg pertamanya pada Maret 2023, berlangsung selama hampir dua bulan, dengan sembilan kasus termasuk enam kematian,” kata WHO lagi.

    “Sumber zoonosis seperti kelelawar buah, masih endemik di daerah tersebut,” tambahnya.

    WHO mengatakan pihaknya menilai risiko di tingkat nasional sebagai “tinggi” karena beberapa faktor yang mengkhawatirkan. Faktor-faktor tersebut termasuk tingkat kematian yang diketahui tinggi sebesar 89%, bahwa “sumber wabah saat ini tidak diketahui” dan bahwa kasus telah dilaporkan dari dua distrik, yang menunjukkan “penyebaran geografis”.

    “Deteksi dan isolasi kasus yang tertunda, ditambah dengan pelacakan kontak yang sedang berlangsung mengindikasikan kurangnya informasi lengkap tentang wabah tersebut,” katanya.

    Badan kesehatan PBB juga memperkirakan risiko regional sebagai “tinggi”, karena lokasi strategis Kagera sebagai pusat transit dengan pergerakan populasi lintas batas yang signifikan ke Rwanda, Uganda, Burundi, dan Republik Demokratik Kongo. Kabarnya, beberapa kasus diduga berada di distrik-distrik dekat perbatasan internasional.

    “Kami menyarankan negara-negara tetangga untuk waspada dan bersiap mengelola kasus-kasus potensial. Kami tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan Tanzania saat ini,” ujar Tedros di X.

    WHO menunjukkan bahwa Marburg tidak mudah menyebar. Biasanya memerlukan kontak dengan cairan tubuh pasien yang sakit dengan gejala yang jelas.

    “Namun, tidak dapat dikesampingkan bahwa seseorang yang terpapar virus mungkin sedang bepergian,” jelas Tedros.

    Ia menilai risiko global sebagai “rendah”, dengan menunjukkan bahwa belum ada konfirmasi penyebaran internasional pada tahap ini. Tetapi menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat.

    (sef/sef)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia




    Next Article



    Tak Cuma Mpox, WHO Temukan Penyakit Mematikan Serang Negara Ini



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.