Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mantan Karyawan Huawei Bikin FBI Ketar-ketir
    Insight News

    Mantan Karyawan Huawei Bikin FBI Ketar-ketir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Januari 2025Updated:17 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) dan FBI sama-sama menyelidiki firma hardware telekomunikasi yang didirikan mantan senior Huawe. Penyelidikan itu untuk memastikan kemungkinan risiko keamanan dari operasional perusahaan.

    Didirikan pada 2014, Baicells Technologies membuka bisnisnya di Amerika Utara, lalu diperluas ke wilayah-wilayah lain. Perusahaan telah menyediakan alat telekomunikasi untuk 700 jaringan mobile komersial di setiap negata bagian AS, menurut situsnya.

    Departemen Perdagangan telah memanggil Baicells dalam proses penyelidikannya, menurut 4 sumber dalam. Regulator telekomunikasi AS, FCC, juga meminta dilakukan kajian lebih lanjut, menurut 2 orang yang familiar dengan isu ini.

    Sementara itu, FBI sudah mulai mencurigai peralatan telekomunikasi yang berasal dari China sejak 2019 silam, dikutip dari Reuters, Jumat (17/1/2025).

    Reuters pertama kali melaporkan investigasi yang dilakukan terhadap Baicells, baik dari FBI maupun Departemen Perdagangan. Laporan itu berdasarkan wawancara dengan lebih dari 30 pejabat dan mantan pejabat pemerintahan, 8 mantan karyawan Baicells, serta email FBI yang dilihat.

    Investigasi ini menunjukkan bahwa bertahun-tahun pasca sanksi tegas AS terhadap bisnis teknologi China seperti Huawei dan ZTE, Washington masih takut Beijing akan menggunakan alat telekomunikasi untuk memata-matai AS, kata pakar.

    Direktur Baicells Technologies berbasis Beijing, Sun Lixin, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya akan sepenuhnya kooperatif dengan berbagai proses yang diminta pemerintah AS.

    “Baicells sama sekali tidak percaya dengan adanya risiko keamanan terkait dengan produk-produk radio kami,” kata dia dalam sebauh pernyataan.

    FBI, Departemen Perdangangan, Departemen Kehakiman (DOJ), dan FCC, menolak berkomentar terkait penyelidikan ini.

    Pada bulan ini, Pentagon memasukkan Baicells ke dalam daftar 134 perusahaan yang dinilai bekerja sama dengan militer China, tanpa membeberkan bukti lebih lanjut.

    “Kami sangat tidak setuju dengan penunjukan Departemen Pertahanan dan bermaksud mengajukan banding,” kata Baicells.

    Penyelidikan terhadap Baicells muncul seiring dengan peningkatan kekhawatiran Washington terhadap upaya mata-mata dan peretasan yang dilakukan China. Beberapa saat lalu, kelompok hacker China dilaporkan berhasil membobol jaringan telekomunikasi AS dan membahayakan warga AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perusahaan Spin Off Huawei, Honor Siap Rilis Ponsel Baru di RI




    Next Article



    AS Ngamuk Lihat Jeroan HP Huawei, Ternyata Ditemukan Ini



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.